Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PP dan RPP Merger BGR ke PPI Terbit, Direksi Lakukan Sosialisasi

Direksi PT BGR dan PT PPI melakukan sosialisasi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken PP No 97/2021 dan RPP merger kedua perusahaan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 03 Oktober 2021  |  22:17 WIB
Direksi PT PPI dan PT BGR melakukan sosialisasi penggabungan atau merger dua BUMN tersebut kepada stakeholder dan karyawan - PT PPI
Direksi PT PPI dan PT BGR melakukan sosialisasi penggabungan atau merger dua BUMN tersebut kepada stakeholder dan karyawan - PT PPI

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan PP No 97/2021 tentang penggabungan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis.

PP No 97/2021 tersebut menyatakan bahwa untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan penetrasi bisnis jaringan distribusi dan perdagangan, serta mendukung ketersediaan dan keterjangkauan termasuk bahan pangan, perlu melakukan penggabungan BGR ke dalam PPI.

Proses lainnya yang telah dijalankan adalah pengumuman Rancangan Penggabungan Perusahaan (RPP) BGR ke dalam PPI yang telah diumumkan pada 28 September 2021, hal ini disampaikan kepada pihak ketiga, kreditur dan debitur dari kedua belah pihak perusahaan.

Direksi RNI, sebagai koordinator Klaster Pangan, menggandeng direksi PPI dan BGR melakukan sosialisasi kepada para karyawan BGR.

Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati menyampaikan langkah penggabungan ini merupakan visi misi kedepan dari pemegang saham terhadap peran PPI-BGR dalam eksosistem pangan.

"New PPI ini menjadi perusahaan yang kuat, semakin besar, dan manfaat untuk negara juga akan semakin luas. Kita harus meningkatkan skala dan kapabilitas perdagangan melalui akselerasi ekspor dan integrator logistik pangan dan pasar eksternal lainnya,” ujar Nina keterangan resmi yang dikutip, Minggu (3/102/2021).

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha PPI Febriyanto mengatakan perseroan masih memiliki waktu sekitar 25 hari sampai dengan rapat umum pemegang saham (RUPS) penggabungan untuk melakukan persiapan dan konsolidasi yang komprehensif.

Dia berharap bahwa hasil merger dua perusahaan BUMN ini dapat membesarkan fungsi PPI dan BGR ke depannya.

"Tentunya untuk trading logistic di dalam eksosistem pangan," imbuhnya.

Direktur Utama BGR M. Kuncoro Wahyu Wibowo menyampaikan pihaknya menunggu RUPS untuk menjadikan proses merger secara de jure.

Menurutnya, semua pihak harus mendukung tujuan merger ini. Apalagi, PP No 97/2021 telah ditandatangani oleh Presiden Jokowi.

"Tugas direksi menerjemahkan keinginan pemegang saham tanpa merugikan pihak manapun. Saya yakin peluang akan menjadi lebih besar," ucapnya.

Sementara itu, Endang Suraningsih Direktur Manajemen Asset dan SDM PT RNI mengatakan penggabungan ini bisa menjadi harapan baru, baik dari direksi juga pegawai PPI dan BGR.

“Merger ini perlu dilihat sebagai mata air untuk menjadikan PPI dan BGR lebih baik di masa depan. Kesempatan terbuka untuk berkarier. Tidak hanya di PPI, tapi terbuka di Holding Klaster Pangan,” kata Endang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

holding bumn pt perusahaan perdagangan indonesia (ppi) BGR Logistics
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top