Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MTI Minta Trayek Bus Perintis di Daerah Perbatasan Ditambah

Bukan saja menambah trayek, pemerintah didesak untuk memperbaiki jaringan-jaringan jalan yang rusak karena sangat berpengaruh untuk operasional bus perintis.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 29 September 2021  |  23:45 WIB
Terminal Batu Ampar Balikpapan - balikpapanguide.com
Terminal Batu Ampar Balikpapan - balikpapanguide.com

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai trayek angkutan jalan bus perintis di perbatasan Kalimantan perlu ditambah mengingat kondisi jalan yang ada saat ini.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno menyebut saat ini terdapat 32 trayek angkutan jalan perintis di Pulau Kalimantan dengan panjang 3.537 km.

"Jalan tersebut mengalami kerusakan sepanjang 522 km [14,7 persen]. Dengan kondisi yang ada di sana, kita perlu menambah trayek angkutan jalan bus perintis," kata Djoko dalam diskusi daring, Rabu (29/9/2021).

Bukan saja menambah trayek, Djoko meminta pemerintah dapat memperbaiki jaringan-jaringan jalan yang rusak karena sangat berpengaruh untuk operasional bus perintis.

Dia menyebut pembenahan angkutan juga perlu dilakukan di Kota Malinau, Pulau Nunukan, dan Pulau Sebatik. Selain itu, menciptakan angkutan perkotaan sebagai penunjang juga perlu dilakukan di Pontianak dan Singkawang.

"Yang tak kalah penting sosialisasi keselamatan angkutan umum, angkutan sungai, dan angkutan penyebrangan juga harus dilakukan. Yang terakhir mempercepat penyelesaian pembangunan akses jalan menuju Kabupaten Mahakam Ulu," imbuh Djoko.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama DAMRI Setia N Milatia Moemin. Menurutnya, akses infrastruktur untuk daerah perbatasan masih harus perlu ditambah lantaran banyak kondisi jalan di perbatasan yang cukup memprihatinkan.

"Di beberapa daerah, khususnya di Indonesia Timur, kondisi jalannya mudah-mudahan mendapat perhatian lebih dari kementerian PUPR," ujarnya.

Dia menyampaikan, saat ini DAMRI memiliki angkutan perintis yang beroperasi di 47 cabang yang berbasis di 47 lokasi dengan jumlah 497 unit kendaraan.

Untuk Kalimantan sendiri, DAMRI memiliki 76 unit bus perintis jenis medium berkapasitas 19 penumpang yang beroperasi di 34 trayek.

Adapun untuk angkutan KSPN, DAMRI telah beroperasi di 15 lokasi di destinasi pariwisata Indonesia dengan 15 basis lokasi dengan 82 unit kendaraan. DAMRI juga menyediakan angkutan barang atau yang disebut dengan angkutan tol laut yang beroperasi di 3 lokasi, seperti di Natuna, Merauke, dan Timika.

"Mudah-mudahan kita ke depan bisa menambah lokasi lagi, pada 3 lokasi itu kita mengoperasikan 21 unit Armada," sebutnya.

Lebih lanjut dia mengaku saat ini tengah berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengharmonisasi regulasi dan aturan terkait angkutan perintis dan perbatasan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi perbatasan mti bus
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top