Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Potensi Gagal Bayar, Menkeu AS Minta Dukungan dari Bos Perusahaan Finansial

Dilansir Bloomberg pada Kamis (23/9/2021), menurut seorang sumber anonim, Yellen telah meminta bantuan kepada sejumlah CEO perusahaan finansial.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 23 September 2021  |  16:32 WIB
Ada Potensi Gagal Bayar, Menkeu AS Minta Dukungan dari Bos Perusahaan Finansial
Menteri Keuangan perempuan pertama di Amerika Serikat Janet Yellen - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyeru kepada perusahaan finansial untuk mendukung penangguhan atau peningkatan batas utang AS yang jika tidak segera dilakukan, negara akan berpotensi gagal bayar atau default.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (23/9/2021), menurut seorang sumber anonim, Yellen telah meminta bantuan kepada sejumlah CEO seperti Jamie Dimon dari JPMorgan Chase & Co., Jane Fraser dari Citigroup Inc., Charlie Scharf dari Wells Fargo & Co.’s , Brian Moynihan Bank of America Corp., dan pejabat senior Goldman Sachs Group Inc.

Yellen meminta dukungan dari deretan bos firma keuangan tersebut untuk menekan Republik agar memberikan dukungan terhadap rencana menaikkan batas utang.

Panggilan yang dilakukan Yellen ini menjadi langkah terbaru di tengah tekanan yang dihadapi pemerintah AS untuk mencegah krisis yang ditakutkan berujung pada gagal bayar.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Yellen meminta para eksekutif tersebut untuk bicara di depan publik mengenai isu tersebut.

Juru bicara Kementerian Keuangan AS menolak untuk memberikan komentar terkait hal ini. Begitu pula JPMorgan, Citigroup, dan Bank of America. Sementara Goldman Sachs dan Wells Fargo belum memberikan respons.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPR yang dikuasai oleh Partai Demokrat telah meloloskan rancangan undang-undang yang akan menangguhkan plafon utang AS hingga Desember 2022 dengan jumlah suara 220 banding 211.

Menaikkan batas utang AS menjadi penting agar menghindari penutupan (shutdown) pemerintah. Namun, langkah ini mendapatkan penolakan keras dari Republik dan kemungkinan besar akan gagal disetujui oleh Senat. Menurut aturan Senat Amerika, sebuah RUU baru bisa disetujui jika mendapat 60 suara.

Dalam sebuah pernyataan, pemimpin minoritas Senator Mitch McConnell mengatakan dengan tegas bahwa pihaknya tidak berminat mendukung Demokrat.

“Amerika tidak boleh default, kita tidak pernah dan tidak akan pernah," kata McConnell.

Republikan yang mewakili Oklahoma, Tom Cole, mengatakan ada kesepakatan bipartisan yang diperluas pada RUU belanja darurat dan bagian bantuan bencana dari RUU tersebut.

"Memasang pagu utang adalah masalah lain. Dengan segala hormat saya tidak akan menulis cek kosong untuk keluarga atau teman saya dan saya pasti tidak akan melakukannya untuk Partai Demokrat," kata Cole.

Sebelumnya, Yellen sudah memperingatkan bahwa negara akan kehabisan kapasitasnya untuk membayar kewajiban pada Oktober.

Jika RUU ini gagal, Demokrat memiliki opsi untuk meningkatkan plafon utang dengan prosedur jalur cepat atau fast track yang tidak membutuhkan dukungan dari Republik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as surat utang amerika serikat janet yellen

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top