Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Potensi Default Evergrande Guncang Pasar Obligasi Asia

Kondisi ini menjadikan penurunan terburuk dalam setahun terakhir. Hal tersebut menurunkan harga obligasi sampah atau junk bond Asia di pasar yang lebih luas hingga 1-2 sen.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 September 2021  |  14:34 WIB
Logo perusahaan China Evergrande di kantor mereka di Hong Kong pada 26 Maret 2018./Reuters - Bobby Yip
Logo perusahaan China Evergrande di kantor mereka di Hong Kong pada 26 Maret 2018./Reuters - Bobby Yip

Bisnis.com, JAKARTA - Kekhawatiran penularan akibat potensi default yang dialami oleh Evregrande Group China telah menyebar ke pasar kredit Asia seiring dengan tekanan yang dihadapi para pengembang dan semakin dekatnya jatuh tempo pembayaran bunga obligasi berperingkat non investasinya.

Dilansir Bloomberg pada Senin (20/9/2021), rata-rata harga obligasi berdenominasi dolar dengan yield tinggi dari penerbit China turun 2 sen kemarin. Kondisi ini menjadikan penurunan terburuk dalam setahun terakhir. Hal tersebut menurunkan harga obligasi sampah atau junk bond Asia di pasar yang lebih luas hingga 1-2 sen.

Saham Evergrande turun hingga 19 persen pada Senin, menjadikan nilai pasarnya yang terendah. Pada saat penutupan, saham merosot hingga 10 persen.

Para peneliti Goldman Sachs yang dipimpin oleh Hui Shan mengatakan dalam catatan pada 19 September bahwa permasalahan Evergrande harus ditangani meskipun jika dilihat dari ukurannya akan membuat dampaknya sulit untuk diperkirakan.

“Dengan pembuat kebijakan yang tidak menunjukkan sinyal keraguan untuk mengurangi utang pasar propertinya, berita utama terbaru tentang Evergrande kemungkinan menunjukkan bahwa aktivitas perumahan dapat memburuk lebih lanjut karena absennya pemerintah dalam memberikan jalan keluar menuju resolusi akhirnya," tulis ekonom Goldman.

Kendati utang dengan peringkat layak investasi ikut tersengat, premium obligasi dari Country Garden Holdings Co., pengembang China dengan penjualan tertinggi, tetap meningkat tajam.

Evergrande mencatatkan liabilitas atau kewajiban sekitar US$300 miliar, tertinggi di antara pengembang properti lainnya di dunia. Ini layaknya ikan paus di pasar obligasi dolar dengan yield tinggi di China dengan ukuran mencapai 16 persen dari total obligasi yang beredar.

Sekitar US$83,5 juta bunga obligasi dengan tempo 5 tahun segera jatuh tempo pada Kamis. Jika gagal membayar dalam waktu 30 hari maka perusahaan bakal dinyatakan default. Evergrande juga perlu membayar kupon 232 juta yuan (US$36 juta) untuk obligasi dalam negeri pada hari yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi default Evergrande

Sumber : Bloomberg

Editor : Nindya Aldila

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top