Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Merger Pelindo Berlangsung Oktober, Ini yang Jadi Sorotan

Pelindo IV menyebutkan hal yang menjadi sorotan terkait dengan rencana merger BUMN pelabuhan pada Oktober 2021.
Pelindo 4 memiliki wilayah operasional di kawasan timur Indonesia, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, dan terdiri dari 24 pelabuhan cabang, 1 UPK (Unit Pelaksana Kepelabuhanan), 2 anak perusahaan, 1 afiliasi dan 1 cucu perusahaan. /Pelindo IV
Pelindo 4 memiliki wilayah operasional di kawasan timur Indonesia, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, dan terdiri dari 24 pelabuhan cabang, 1 UPK (Unit Pelaksana Kepelabuhanan), 2 anak perusahaan, 1 afiliasi dan 1 cucu perusahaan. /Pelindo IV

Bisnis.com, JAKARTA – Jajaran komisaris PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) turut menyoroti model bisnis baru yang bakal dilakukan sejalan dengan merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diperkirakan berlangsung pada Oktober 2021.

Komisaris Utama PT Pelindo IV Fachry Ali menuturkan terkait dengan isu merger BUMN Pelabuhan ini, seluruh komisaris juga melihat bahwa mulai dari direksi sampai kepada anak-anak perusahaan memperlihatkan sebuah kesediaan untuk menerima perubahan yang bersifat fundamental, yaitu munculnya Pelindo Raya. Sebagai bagian dari Pelindo Raya nantinya, perseroan akan memasuki sebuah sejarah baru, yaitu bekerja dengan pola yang jauh lebih luas.”

“Sudah disampaikan oleh Dirut Pelindo IV juga bahwa telah disiapkan model bisnis baru untuk kemudian menjadi atau didorong atau ditarik ke dalam sebuah proses integrasi yang lebih besar. Tetapi harap kita ketahui bahwa ketika kita terintegrasi, maka sifat dari regional pace itu telah hilang dan muncul pada suatu tahap yang kita sebut dengan nasional pace,” terangnya, Minggu (29/8/2021).

Sejalan terbentuknya merger, lanjutnya, akan ada sebuah sistem kerja baru yang belum pernah dialami sebelumnya. Namun memang, lanjutnya, pada kadar kadar tertentu, pada tingkat direksi, sudah pernah mengalami. Misalnya Dirut Pelindo IV sekarang ini memang berasal dari Pelindo IV tapi pernah bertugas di Pelindo lainnya. Begitu juga anggota direksi yang lainnya.

“Tetapi secara keseluruhan, insan insan di Pelindo IV masih bekerja dengan paradigma regional pace, belum bersifat nasional pace. Inilah suatu kesempatan yang disodorkan oleh sejarah bahwa kita mau tidak mau akan lebih berpikir sejarah baru dan kita harus menyiapkan diri untuk mengalami atau masuk ke dalam proses vertikal atau ke atas tapi sekaligus mobilitas yang bersifat horizontal,” jelasnya.

Prose vertikal, jelasnya, berarti perseroan masuk ke dalam struktur yang bersifat hirarkis lalu kemudian koridornya di mana kita tidak lagi terkait kepada hal-hal yang bersifat regional pace melainkan nasional pace. Jadi rentang dari kendali, rentang artikulasi dan rentang kinerja kita akan bersifat horisontal yang terbentang saja dari Sabang sampai Merauke dan karena itu memerlukan adaptasi baru, skil baru, pengetahuan baru, lalu kemudian wawasan baru dan di atas semuanya kepemimpinan baru.

“Kita ketahui bersama bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi kita akan menjadi satu Pelindo. Tapi meski begitu, semua insan Pelindo IV tetap memperlihatkan semangat kerja yang sungguh-sungguh membangun, mengevaluasi lalu membangun rancangan masa depan dengan semangat bahwa seakan-akan kita akan hidup selama-lamanya. Kinerja direksi, kinerja dari para GM, kinerja dari anak-anak perusahaan yang menunjukkan sebuah semangat yang tidak memperlihatkan kemunduran,” tekannya.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV M. Adji mengungkapkan bahwa secara umum seluruh kinerja Perseroan mengalami pertumbuhan lalu lintas pergerakan pada semester I/2021.

Dia menyebutkan pada semester I/2021, volume transhipment atau kegiatan untuk memindahkan muatan dari satu kapal ke kapal lainnya (Ship to Ship) meningkat 27,25 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pangsa pasar Perusahaan Bongkar Muat (PBM) juga naik 1,57 persen pada Semester I/2021.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper