Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menkeu AS Didesak Blokir Dana Cadangan IMF dari Taliban

Parlemen AS meminta Yellen untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang langkah-langkah yang diambil di IMF untuk memastikan aset, yang dikenal sebagai hak penarikan khusus (SDR), tidak digunakan dengan cara yang bertentangan dengan kepentingan nasional AS.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 18 Agustus 2021  |  11:28 WIB
Menkeu AS Didesak Blokir Dana Cadangan IMF dari Taliban
Para anggota Taliban berdiri di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Republik mendesak Menteri Keuangan Janet Yellen untuk memblokir dana cadangan International Monetary Fund (IMF) senilai hampir US$500 juta dari Afghanistan yang kini dipimpin Taliban.

Dilansir Bloomberg, Rabu (18/8/2021), Kelompok 18 anggota parlemen, termasuk French Hill dari Arkansas, menulis kepada Yellen untuk memintanya mengambil tindakan terhadap dana tersebut.

Mereka juga meminta Yellen untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang langkah-langkah yang diambil di IMF untuk memastikan aset, yang dikenal sebagai hak penarikan khusus (SDR), tidak digunakan dengan cara yang bertentangan dengan kepentingan nasional AS.

Sebelumnya, IMF menyetujui pembentukan dana cadangan global senilai US$650 miliar bulan ini untuk membantu negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah menangani utang yang meningkat dan Covid-19. Aset itu dibagi di antara anggota IMF kira-kira sebanding dengan ukuran ekonomi mereka, yang untuk Afghanistan adalah 0,07 persen dari total atau senilai US$455 juta.

SDR dijadwalkan akan ditransfer ke bank sentral di seluruh dunia pada 23 Agustus.

Sementara AS tidak dapat secara sepihak mengubah pengakuan suatu negara dalam komunitas internasional, negara tersebut adalah pemegang saham terbesar IMF, dan pandangannya sering membawa pengaruh yang sangat besar pada lembaga tersebut.

Pengamat IMF mengikuti reaksi global terhadap kedatangan Taliban, karena pengakuan konsensus oleh masyarakat internasional secara efektif merupakan satu-satunya prasyarat bagi anggota untuk mendapatkan akses terhadap aset. Venezuela dan Myanmar termasuk di antara negara-negara yang tidak akan dapat memanfaatkannya karena kurangnya pengakuan yang diukur melalui survei anggota IMF.

Hill dengan gigih menentang pembentukan cadangan baru selama setahun terakhir, memperingatkan bahwa rencana tersebut tidak ditargetkan ke negara-negara yang membutuhkan dan akan mengirim dana ke musuh AS termasuk China, Rusia, Iran dan Suriah.

"Departemen Keuangan harus menegaskan kepada Kongres bahwa mereka akan bekerja untuk melihat bahwa Taliban Afghanistan tidak memiliki pengakuan internasional dan tidak dapat mengakses SDR," kata Hill.

Dalam surat itu, anggota parlemen mengatakan miliaran dolar dari alokasi SDR berikutnya akan jatuh ke tangan sponsor teror negara dan rezim penindas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat taliban janet yellen

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top