Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Kakao Perlu Manfaatkan Pembayaran Digital, Ini Alasannya

Pembayaran digital dinilai bisa memberikan manfaat ekonomi bagi petani kakao.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 10 Agustus 2021  |  07:44 WIB
Buruh memperlihatkan perbandingan kualitas biji kakao yang buruk dan baik di perkebunan kakao Pasir Ucing, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (1/2/2021). Bisnis - Rachman
Buruh memperlihatkan perbandingan kualitas biji kakao yang buruk dan baik di perkebunan kakao Pasir Ucing, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (1/2/2021). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menilai ketersediaan layanan pembayaran digital kepada para petani kakao dinilai mampu memberikan nilai tambah dari perekonomian digital yang saat ini berkembang.

Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah memiliki strategi nasional digital selama masa pandemi Covid-19 dalam rangka meningkatkan inklusivitas sistem keuangan dan menciptakan ekuitas perekonomian.

“Jika petani didukung dalam membangun kepercayaan dan keamanan dalam penggunaan sistem pembayaran digital, maka mereka akan bisa memperoleh manfaat dari perekonomian digital yang sedang berkembang ini,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (10/8/2021).

Menurutnya, sebagian besar masyarakat Indonesia yang hidup di daerah perdesaan belum memperoleh layanan keuangan yang memadai. Kelompok masyarakat tersebut termasuk di dalamnya adalah sekitar 2,19 juta rumah tangga petani kakao, dan juga sekitar 21.000 pekerja di sektor pertanian.

Sementara, Direktur Asia Tenggara Better Than Cash Alliance Isvary Sivalingam mengatakan perekonomian di Indonesia telah memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan. Sistem pembayaran digital yang bertanggung jawab diharapkan bisa membantu para petani kakao yang berperan serta dalam sektor ini dalam memperoleh manfaat dari pertumbuhan itu sendiri.

“Dengan mendukung peningkatan produktivitas dan upaya memperbaiki taraf hidup petani, sistem pembayaran digital ini akan memberikan dukungan terhadap komitmen Pemerintah Indonesia terhadap Sustainable Development Goals [SDG] dan mempromosikan pertumbuhan yang inklusif,” ujarnya.

Dia menambahkan percepatan akses keuangan daerah melalui digitalisasi yang diharapkan mampu menginisiasi sumber daya yang berfokus pada tantangan teknis khusus di wilayah pengembangan tanaman kakao.

Selain itu, dengan layanan pembayaran digital akan mampu menciptakan nilai tambah bagi sektor kakao dan petani kakao rakyat yang membutuhkan pengembangan paket produk keuangan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Cocoa Sustainability Partnership Wahyu Wibowo mengatakan kerja sama dan komunikasi adalah hal penting untuk mencapai keberhasilan perjalanan digitalisasi di Indonesia.

“Semakin banyak upaya kolaborasi yang dikembangkan antar pemangku kepentingan yang didasari oleh proses perubahan ke sistem pembayaran digital, maka semakin inklusif pula inisiatif-inisiatif yang ada. Penerapannya pun akan lebih cepat dalam mendukung penciptaan Lingkungan yang Lebih Baik berdasarkan peta jalan CSP 2020,” katanya.

Better than Cash Alliance akan melaksanakan penelitian dan kajian yang berfokus pada identifikasi upaya-upaya penting dalam penanganan tantangan di sisi permintaan dan pasokan. Hal ini ditujukan untuk mendukung proses pengalihan ke sistem pembayaran digital yang bertanggung jawab di sektor kakao di daerah terpencil Sulawesi yang lebih dari 70 persen produksi kakao Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kakao sistem pembayaran
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top