Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasca-Brexit, Investasi Eropa di RI Mulai Masuk. Dominasi Asia Tergeser

Hal ini ditandai dengan mulai masuknya sejumlah investor asing asal Eropa seperti Belanda dan Swiss ke Indonesia. 
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  12:04 WIB
Pasca-Brexit, Investasi Eropa di RI Mulai Masuk. Dominasi Asia Tergeser
Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan pemaparan dalam seminar Indonesia Economic & Investment Outlook 2020 di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah finalisasi Brexit pada akhir 2020, investasi asing di Indonesia mengalami pergeseran. 

Hal ini ditandai dengan mulai masuknya sejumlah investor asing asal Eropa seperti Belanda dan Swiss ke Indonesia.  Pada kuartal II/2021, Belanda menempati posisi ketiga dalam total investasi asing dengan kontribusi US$1,1 miliar.

Sementara itu, urutan pertama masih didominasi oleh Singapura dan kedua, Hong Kong.

"Artinya ini sebuah pesan yang positif bagi kepercayaan dunia internasional, khususnya Eropa kepada Indonesia," kata Bahlil, Selasa (27/7/2021).

Bahlil pun melihat sejak Brexit, Belanda telah menjadi pusat finansial. Pada Semester I/2021, Belanda menempati posisi empat besar dengan total US$1,3 miliar. 

Urutan pertama ditempati Singapura US$4,8 miliar dan urutan kedua Hong Kong US$2,3 miliar, serta ketiga China dengan US$1,7 miliar. 

"Paten kali, ini tidak ada lagi dominasi Asia-Asia lagi sekarang, sudah mulai bergeser ke Eropa," papar Menteri Investasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi eropa Brexit
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top