Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Razia Bus AKAP saat PPKM Darurat, Ini Hasilnya

Kemenhub melakukan razia terhadap bus AKAP yang mengangkut penumpang tanpa membawa persyaratan lengkap.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 14 Juli 2021  |  14:34 WIB
Kemenhub Razia Bus AKAP saat PPKM Darurat, Ini Hasilnya
Calon penumpang berjalan menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kemarin, Selasa (13/7/2021) melakukan pengawasan ketat terhadap angkutan umum seperti bus AKAP yang mengangkut penumpang tanpa membawa persyaratan lengkap.

Hasilnya, sebanyak 2 unit bus AKAP dari PO Setia Negara dan Dewi Sri yang mengangkut 16 penumpang tanpa surat keterangan dan tidak memenuhi syarat perjalanan selama masa PPKM Darurat berhasil diamankan.

“Kami bersama-sama menjaga agar Covid-19 bisa kita atasi dengan segera. Ini merupakan tuntutan agar pergerakan masyarakat bisa kita batasi. Hasilnya adalah 2 bus yang saat ini ada di Cilincing kami amakan agar tidak melakukan perjalanan. Mereka sudah melanggar SE Satgas karena berangkat tanpa memeriksa kelengkapan berkas persyaratan yang dibawa oleh penumpangnya,” kata Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani dalam siaran pers, Rabu (14/7/2021).

Yani menuturkan bahwa pengawasan tersebut dilakukan bersama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan TNI.

Pemeriksaan dan penegakan hukum, lanjutnya, dilakukan terhadap bus-bus Angkutan Antarkota Antarprovinsi yang mengangkut penumpang tanpa melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen perjalanan.

Adapun dia memerinci, kedua bus tersebut adalah milik PO Dewi Sri bernomor polisi G 7086 OE tujuan Pekalongan yang saat itu mengangkut 1 orang penumpang tanpa surat keterangan apapun.

"Sementara PO Setia Negara bernomor polisi E 7742 YC dengan tujuan Cirebon dan Kuningan mengangkut penumpang berjumlah 15 orang tanpa membawa surat keterangan apapun," sebutnya.

Yani menegaskan kedua bus tersebut akan dikandangkan di Terminal Pulogadung. Dengan kejadian ini, dia berharap untuk selanjutnya para calon penumpang dapat memenuhi syarat perjalanan dan pengusaha bus lainnya dapat mengambil pelajaran agar kasus serupa tidak terulang.

"Bagi para penumpang angkutan umum diwajibkan untuk membawa kartu vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub bus PPKM Darurat
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top