Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Darurat Bikin Penyewa di Pusat Perbelanjaan Pilih Tutup Gerainya

Banyak peritel besar menutup gerainya secara permanen pada semester I/2021 akibat kebijakan pembatasan mobilitas.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 08 Juli 2021  |  06:57 WIB
PPKM Darurat Bikin Penyewa di Pusat Perbelanjaan Pilih Tutup Gerainya
Pengunjung berjalan di area pusat perbelanjaan Boxies123 Mall, Tajur, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/6/2021). Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengharapkan insentif keringanan pajak dari pemerintah menyusul rencana pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) yaitu pembebasan PPN serta penghapusan sementara pajak-pajak yang bersifat final seperti misalnya PPN dan PPh final atas sewa serta biaya penggantian listrik. - ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi pusat perbelanjaan beserta tenant mengalami tekanan yang sulit pada tahun ini seiring dengan melonjaknya kasus positif Covid-19. 

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan pada kuartal II/2021, terdapat pasokan baru dari Pondok Indah Mall 3 sehingga menambah total pasokan kumulatif di Jakarta menjadi 4,86 juta meter persegi. Adapun pasokan kumulatif di area Bodetabek tetap di angka 2,84 juta meter persegi. 

Hingga akhir tahun ini, ia memperkirakan Aeon Mall Tanjung Barat akan beroperasi. Tak hanya itu, ada 3 mal baru di area Bodetabek bakal rampung pada akhir tahun ini.

"Waktu penyelesaian beberapa proyek yang sedang dalam tahap konstruksi akan bergeser akibat pandemi," ujarnya, Rabu (7/7/2021). 

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang belum usai dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak awal tahun akan berdampak pada banyak sektor ritel yang harus tutup permanen karena tak ada pengunjung.

"Mal sangat bergantung dari trafik, jadi tidak menutup kemungkinan banyak yang gugur dengan menutup permanen," tuturnya.

Dia mencontohkan pada semester I/2021, banyak peritel besar menutup gerainya secara permanen. Ferry memaparkan tingkat hunian di Jakarta tercatat 72 persen atau turun 1,4 persen (qoq). Sebaliknya, tingkat hunian di Jabodetabek tercatat 71,8 persen atau turun 1,5 persen (qoq)

"Besarnya pasokan ini akan terus menekan tingkat hunian. Penghentian operasional mal sementara akan kembali menekan tenant yang ada. Kemungkinan akan kembali terjadi penutupan gerai di situasi yang sulit," katanya. 

Menurutnya, pusat perbelanjaan cenderung tidak merubah tarif sewa selama pandemi. Akibatnya, tarif sewa cenderung stabil dan biaya pemeliharan juga masih stabil selama semester pertama 2021. Para pengelola pusat perbelanjaan lebih menyesuaikan skema pembayaran serta ketentuan skema selama pandemi. 

"Para pengelola pusat perbelanjaan akan terus menyesuaikan tarif sewa dan biaya pemeliharaan mengikuti kondisi Covid-19 saat ini. Biaya pemeliharan akan naik karena beroperasinya pusat perbelanjaan baru sehingga mempengaruhi perhitungan," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mall ritel modern PPKM Darurat
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top