Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Blok Mahakam Dapat Insentif, Pertamina Diharapkan Genjot Produksi

Pemberian paket insentif kepada Blok Mahakam dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga penurunan produksi migas nasional.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 20 Juni 2021  |  19:58 WIB
Blok Mahakam Dapat Insentif, Pertamina Diharapkan Genjot Produksi
Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi minyak dan gas bumi di Blok Mahakam diharapkan dapat digenjot setelah pemerintah tmenyetujui paket insentif yang diajukan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam.

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan pemberian paket insentif kepada Blok Mahakam merupakan suatu langkah maju dalam menjaga penurunan produksi.

Melalui insentif yang diberikan, kata Mamit, maka Pertamina Hulu Mahakam dapat terus meningkatkan kegiatan operasional mereka seperti pengeboran, workover dan well service maupun kegiatan lain dalam rangka menjaga produksinya. 

"Saya kira ini merupakan dukungan dari Pemerintah kepada KKKS agar tetap menjaga iklim investasi mereka," katanya kepada Bisnis, Minggu (20/6/2021).

Selain itu, dengan adanya insentif tersebut diharapkan ditemukan cadangan-cadangan yang baru di PHM sehingga bisa terus menjaga dan meningkatkan lifting.

"Daerah-daerah yang belum dioptimalkan bisa terus ditingkatkan," jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menyetujui usulan insentif fiskal yang diajukan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk pengembangan Blok Mahakam di Kalimantan Timur.

Dengan persetujuan ini, Blok Mahakam menjadi lapangan produksi pertama yang diberikan insentif fiskal berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 tahun 2017.

"Persetujuan paket insentif ini akan memungkinkan PHM untuk mengerjakan proyek pengembangan yang tertunda, memaksimalkan pemulihan sumber daya, dan menjamin kelangsungan bisnis dan operasi Blok Mahakam hingga akhir kontrak pada 2037," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas blok mahakam
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top