Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian ESDM Kesulitan Menyusun RUPTL karena Corona

Pada saat ini, RUPTL 2019—2028 masih menjadi acuan yang digunakan sampai dengan RUPTL baru selesai.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 18 Juni 2021  |  19:11 WIB
Petugas melakukan perawatan rutin di Gardu Induk Gandul, Cinere,Jawa Barat. Bisnis - Nurul Hidayat
Petugas melakukan perawatan rutin di Gardu Induk Gandul, Cinere,Jawa Barat. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengalami kesulitan dalam menyusun rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan bahwa situasi pandemi yang baru dialami dalam sejarah membuat pihaknya kesulitan.

Pasalnya, tidak ada satu pun pihaknya yang memiliki pengalaman dalam mengatasi situasi tersebut sehingga tidak ada acuan pasti dalam menentukan asumsi yang akan digunakan dalam RUPTL.

"Kita tidak ada pengalaman menangani Covid ini, jadi nobody knows dan dampak terhadap konsumsi listrik kita tidak tahu, ini semua berpengaruh terhadap asumsi yang akan kita tuangkan dalam 10 tahun ke depan," katanya dalam webinar yang digelar pada Jumat (18/6/2021).

Rida menuturkan, dalam menyusun RUPTL memiliki tantangan yang berbeda-beda pada setiap zamannya. Namun, di tengah pandemi Covid-19, penyusunan draf RUPTL harus memerlukan upaya lebih besar.

Kendati demikian, Kementerian ESDM telah mendekati akhir dalam proses penyusunan draft RUPTL 20212030. Pada saat ini, RUPTL 20192028 masih menjadi acuan yang digunakan sampai dengan RUPTL baru selesai.

"Kalau ingin tahu yang manakah RUPTL berlaku saat ini, ada yaitu yang dikeluarkan pada 2019 lalu tepatnya 20 Februari 2019 RUPTL 20192028," tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit tenaga listrik RUPTL
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top