Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Para Menteri APEC Sepakat Permudah Distribusi Vaksin

Hambatan perdagangan seputar impor dan ekspor vaksin telah disorot sebagai salah satu faktor kunci yang menghambat penyebaran inokulasi yang lebih luas di negara-negara berkembang.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 Juni 2021  |  14:46 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disambut Presiden Vietnam Tran Dai Quang saat akan melakukan dialog antara pimpinan negara ekonomi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC) di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). - ANTARA/Yusran Uccang
Presiden Joko Widodo (kiri) disambut Presiden Vietnam Tran Dai Quang saat akan melakukan dialog antara pimpinan negara ekonomi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC) di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). - ANTARA/Yusran Uccang

Bisnis.com, JAKARTA - Para menteri perdagangan di kawasan Asia-Pasifik akan bekerja sama untuk mempercepat distribusi dan aliran vaksin Covid-19 serta pasokan medis penting lainnya antar ekonomi untuk memerangi pandemi virus corona.

"Pejabat dari APEC yang mencakup AS, China dan Jepang mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk menghilangkan hambatan yang tidak perlu untuk perdagangan jasa, terutama jasa yang mempercepat dan memfasilitasi aliran barang-barang penting," demikian tertulis dalam pernyataan kelompok tersebut, dilansir Bloomberg, Minggu (6/6/2021).

Hambatan perdagangan seputar impor dan ekspor vaksin telah disorot sebagai salah satu faktor kunci yang menghambat penyebaran inokulasi yang lebih luas di negara-negara berkembang.

Sehari sebelum pertemuan para menteri perdagangan APEC, mereka mengadakan dialog dengan Rachel Taulelei, ketua Dewan Penasihat Bisnis APEC 2021, yang menganjurkan perdagangan vaksin dan pasokan medis penting, diselenggarakan tanpa batas.

APEC yang beranggotakan 21 negara juga akan membahas langkah-langkah seperti pengabaian sementara perlindungan kekayaan intelektual tertentu pada vaksin Covid-19 dalam bulan-bulan menjelang konferensi menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang dijadwalkan akhir November.

Gagasan untuk mengabaikan perlindungan kekayaan intelektual untuk vaksin Covid-19 sedang dipromosikan oleh beberapa kelompok bantuan dan AS sebagai cara mengakhiri pandemi dengan lebih cepat dengan mengizinkan lebih banyak perusahaan dan negara untuk membuat suntikan mereka sendiri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia pasifik Vaksin Virus Corona Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top