Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Layanan COD yang Tak Mengenakkan Bagi Konsumen, Ini Tips dari Ninja Xpress

Di tengah kenaikan minat konsumen terhadap layanan bayar di tempat (cash on delivery/COD), salah satu tantangan yang sering terjadi adalah kesalahpahaman antara pembeli, penjual dan kurir yang berujung konflik seperti yang baru-baru ini viral di media sosial.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  02:49 WIB
Ilustrasi jasa kurir
Ilustrasi jasa kurir

Bisnis.com, JAKARTA - Ninja Xpress membagikan sejumlah tips kepada konsumen agar lebih cermat dan cerdas dalam berbelanja daring menggunakan fitur Cash on Delivery (COD) agar bisa menghindari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan seperti yang sempat viral beberapa waktu belakangan.

Andi Djoewarsa Chief Marketing Officer Ninja Xpress menjelaskan saat ini, layanan COD Ninja Xpress sudah menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Namun, lanjutnya, tak dapat dipungkiri dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan bayar di tempat yang menurut data BPS berkisar 73,04 persen (Statistik e-Commerce 2020), maka tantangan yang pun dihadapi pelaku dan pengguna jasa pun semakin kompleks.

Salah satu yang sering terjadi adalah kesalahpahaman antara pembeli, penjual dan kurir yang berujung konflik seperti yang baru-baru ini viral di media sosial.

"Maka itu memang sebaiknya perlu ada pemahaman juga dari pengguna jasa. Sebenarnya bagaimana sih cara kerja layanan COD? Hal apa saja yang perlu dipahami pembeli agar cerdas bertransaksi COD? Sejauh apa peran kurir dalam menjalankan tugas antar paket lewat sistem COD? Bagaimana transaksi COD yang ideal antara pembeli dan penjual agar keduanya puas," ujarnya, Selasa (25/5/2021).

Dia lantas membagikan informasi penting dan tips COD yang dirangkum oleh tim Ninja Xpress. Di antaranya:

Peran Pembeli, Penjual, dan Riders Ninja dalam Transaksi COD

Dalam transaksi belanja online, COD merupakan metode pembayaran di tempat, alias ketika pembeli ingin mendapatkan kepastian barang sampai di tangan terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran kepada pembeli.

Penting untuk dicatat, peran Riders Ninja di sini hanya sebagai mitra kurir yang bertugas untuk mengantar paket serta perantara transaksi antara penjual ke pembeli. Riders Ninja akan mengambil barang dari penjual, untuk diantarkan ke rumah pembeli, dan menerima pembayaran uang tunai dari pembeli di tempat setelah paket diterima, untuk kemudian uang tunai tersebut diserahkan kepada penjual setelah transaksi sukses dan selesai.

Perjelas Kesepakatan antara Pembeli dan Penjual dalam Transaksi COD

Sebelum menyelesaikan transaksi belanja online, pembeli dan penjual perlu melakukan kesepakatan yang jelas terkait pesanan seperti jenis produk, ukuran warna, harga barang, alamat pengiriman, ongkos kirim, serta mitra kurir yang akan dipilih untuk layanan COD.

Selain hal tersebut, ada lagi hal yang tidak kalah penting untuk disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu mengenai kebijakan pengembalian barang apabila pesanan tidak sesuai setelah diterima oleh pembeli. Sehingga pembeli dan penjual sama-sama puas dalam melakukan transaksi dan Ninja Riders tenang menjalankan tugas.

Bila Barang Tidak Sesuai Pesanan dalam Transaksi COD Ninja Xpress

Dalam transaksi COD, apabila barang atau paket yang diterima oleh pembeli tidak sesuai pesanan atau berbeda dari yang diharapkan, pembeli dapat menyampaikan keluhan kepada penjual agar dapat ditindaklanjuti, dengan catatan pembeli tetap melakukan pembayaran barang kepada Ninja Riders.

Dalam kasus ini, segala sesuatu yang berkaitan dengan isi paket, sudah menjadi kesepakatan antara pembeli dan penjual dan bukan merupakan tanggung jawab kurir dalam menentukan isi paket. Pembeli perlu memahami bahwa Ninja Riders merupakan mitra kurir yang bertugas untuk mengantarkan pesanan dengan selamat ke tangan pembeli, dan berkewajiban untuk memastikan isi paket tidak mengalami kerusakan dalam proses pengantaran.

Apabila pembeli melakukan transaksi melalui platform e-commerce seperti Lazada, pengembalian barang telah diatur sesuai dengan kebijakan yang diberlakukan oleh Lazada. Namun, apabila pembeli melakukan transaksi secara langsung dengan pembeli melalui platform social commerce seperti Instagram, Facebook, Whatsapp dan lain-lain, pembeli dapat melakukan pengembalian barang sesuai kesepakatan dengan pembeli.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online transaksi online ninja xpress
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top