Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masalah Pembebasan Lahan Hambat Konstruksi 2 Tol Trans-Sumatra

Hutama Karya mencatat setidaknya ada tiga jalan tol yang memiliki progres pembebasan lahan kurang dari 50 persen, yakni Pekanbaru—Bangkinang (46 persen), Padang—Sicincin (20 persen), dan Binjai—Langsa (5 persen).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  16:18 WIB
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin) (Pacin) sepanjang 36km.   - Hutama Karya
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin) (Pacin) sepanjang 36km. - Hutama Karya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) menyatakan pembebasan lahan menjadi alasan tertahannya perkembangan konstruksi di setidaknya dua ruas tol perseroan.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan pembebasan lahan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan di lapangan. Menurutnya, salah satu tantangan yang dimaksud adalah tidak adanya akses ke area konstruksi jalan tol.

"Hutama Karya terus melakukan upaya persuasif dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pejabat pembuat komitmen [PPK)] lahan, Badan pertanahan Nasional [BPN], dan pihak lainnya untuk mempercepat proses pembebasan lahan," katanya kepada Bisnis, Jumat (21/5/2021).

Tjahjo menyatakan proses konstruksi akan lebih cepat jika pembebasan lahan lebih cepat. Hutama Karya mencatat setidaknya ada tiga jalan tol yang memiliki progres pembebasan lahan kurang dari 50 persen, yakni PekanbaruBangkinang (46 persen), PadangSicincin (20 persen), dan BinjaiLangsa (5 persen).

Namun, ketiga ruas tol tersebut memiliki perkembangan konstruksi yang jauh lebih tinggi dari proses pembebasan lahannya.

Adapun, perkembangan konstruksi pada ruas PekanbaruBangkinang telah mencapai 65 persen, PadangSicincin sekitar 40 persen, dan BinjaiLangsa di kisaran 37 persen.

"Perusahaan fokus pada konstruksi di area lahan yang telah bebas dan mendapat izin konstruksi dari pemilik tanah yang berada di sekitar proyek PadangSicincin dan BinjaiLangsa," ucapnya.

Selain itu, Tjahjo mengatakan progres konstruksi lebih besar karena konstruksi sudah mendapat izin dari pemilik tanah sebelum tanah bebas secara administrasi.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyampaikan tiga ruas sirip jalan tol TransSumatra selesai dibangun pada tahun ini. tiga ruas tersebut adalah pertama ruas tol PekanbaruBangkinang dengan panjang mencapai 40 kilometer.

Kedua, ruas tol Tebing TinggiPematang Siantar, seksi Kuala TanjungPematang Siantar sepanjang 96,5 km. 

Ketiga, ruas tol BengkuluTaba Penajung yaitu seksi Kota BengkuluTaba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah sepanjang 17,6 km.

"Insyaallah tahun ini ada tiga ruas sirip tol TransSumatra pak yang akan selesai. Kalau backbone-nya tetap ditargetkan tuntas 2024," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol hutama karya trans-sumatra
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top