Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

11.709 Proyek Perumahan Terdaftar di Aplikasi Sikumbang

PPDPP Kementerian PUPR menyebutkan terdapat 428.683 unit rumah subsidi dan 42.907 unit rumah komersial yang sudah masuk aplikasi SiKumbang, yang diharapkan memudahkan pengembang dan calon pembeli.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 20 Mei 2021  |  01:47 WIB
11.709 Proyek Perumahan Terdaftar di Aplikasi Sikumbang
Ilustrasi pembangunan perumahan. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Hingga 17 Mei 2021, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mencatat ada 11.709 lokasi atau proyek perumahan terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan dari 11.709 lokasi perumahan yang terdaftar itu, terdapat 428.683 unit rumah subsidi dan 42.907 unit rumah komersial. "Sudah ada 11.709 lokasi perumahan dalam SiKumbang," ujarnya pada Rabu (19/5/2021).

SiKumbang lebih menekankan pada pendataan pengembang dan mempermudah konsumen untuk memiliki rumah subsidi yang disiapkan oleh pemerintah.

Pengembang memasukkan seluruh data perumahan subsidi ke Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep), sehingga informasi mengenai ketersediaan rumah subsidi dapat diketahui.

SiKumbang menyajikan data dan informasi tentang pengembang yang membangun perumahan dengan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi. SiKumbang menyajikan data secara real time mengenai hunian yang tersedia, yang sedang dibangun, dan yang sudah terjual.

Peta hunian ini dibedakan dengan menggunakan sistem warna. Warna kuning akan menunjukkan rumah yang masih tersedia, hitam untuk perumahan komersial, dan merah untuk yang sudah terjual, sehingga dipastikan masyarakat yang mengakses aplikasi SiKasep tidak kesulitan memilih rumah.

Arief menuturkan SiKumbang merupakan salah satu inovasi dalam percepatan kesediaan hunian dalam mempertemukan supply dan demand.

PPDPP fokus pada berapa besarnya pasokan hunian dan dia mengutarakan bahwa hingga saat ini potensi dan dukungan aktif berbagai asosiasi pengembang luar biasa dalam memberikan data.

Di sisi pengembang, sistem ini juga menjadi benefit tersendiri sebagai media promosi untuk memasarkan hunian yang dibangunnya secara efektif dan efisien.

Arief mengatakan keberadaan pemetaan hunian dari pengembang juga merupakan masukan kepada pemerintah daerah dalam rangka pembangunan infrastruktur pendukung lokasi rumah subsidi. “Saya apresiasi kepada pengembang yang mendaftarkan terus perumahannya di Sikumbang."

Terkait dengan penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sudah tersalurkan 38,43 persen dari target 2021.

Per 17 Mei 2021, PPDPP telah menyalurkan FLPP sebesar Rp6,58 triliun untuk 60.525 unit rumah. Total realisasi penyaluran FLPP dari 2010 hingga 17 Mei 2021 mencapai Rp62,17 triliun untuk 825.380 unit rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan Kementerian PUPR
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top