Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angela Merkel Tolak Usulan Peniadaan Paten, Saham Produsen Vaksin Tertolong

Saham pembuat vaksin di Eropa dan AS sedikit melambung pada akhir perdagangan Kamis setelah pemerintah Jerman mengumumkan Kanselir Angela Merkel menentang usulan pengabaian paten vaksin.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  15:28 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel - Reuters
Kanselir Jerman Angela Merkel - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Saham produsen vaksin Covid-19 mendapatkan bantuan setelah kanselir Jerman Angela Merkel menentang proposal AS untuk mengesampingkan perlindungan paten untuk suntikan virus Corona.

Harga saham produsen vaksin Covid-19 di China mengalami rebound setelah merosot pada Kamis (6/5/2021) di tengah berita bahwa AS akan mendukung pencabutan perlindungan kekayaan intelektual.

Rencana administrasi Biden akan menciptakan komplikasi parah untuk produksi vaksin, ungkap juru bicara pemerintah Jerman mengatakan Kamis melalui email.

Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co., yang memiliki hak untuk mengembangkan dan memasarkan suntikan BioNTech SE di China, naik sebanyak 7 persen di Hong Kong setelah tenggelam 14 persen pada hari sebelumnya. Walvax Biotechnology Co. naik 0,5 persen di Shanghai setelah merosot 11 persen pada Kamis lalu.

Saham pembuat vaksin di Eropa dan AS sedikit melambung pada akhir perdagangan Kamis setelah pemerintah Jerman mengumumkan Kanselir Angela Merkel menentang usulan tersebut. Pada hari Jumat (7/5/2021), AstraZeneca Plc naik 0,4 persen di bursa London, sementara pengembang vaksin di Prancis Valneva SE melonjak 5,1 persen.

Di antara perusahaan yang terdaftar di AS, CureVac NV naik 5,9 persen dalam perdagangan di bursa Jerman dari harga penutupan di New York, Novavax Inc. naik 2,6 persen, sementara BioNTech naik 1,7 persen dan Pfizer Inc. sedikit berubah.

Sebelum pengumuman Merkel, beberapa analis telah menunjukkan bahwa mencabut perlindungan paten bukanlah kesepakatan final. Rencana pemerintahan Biden hanya akan membuka negosiasi di WTO dan negara-negara lain dan anggota tetap tidak mau, ungkap analis Barclays Plc Carter Gould dalam sebuah catatan.

Dengan banyak negara berjuang dari kebangkitan virus, Perwakilan Dagang AS Katherine Tai mengatakan pada Rabu (5/5/2021) bahwa pemerintahan Biden mendukung upaya Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk melepaskan hak paten. Uni Eropa hari Kamis (6/5/20201) menyatakan bersedia untuk berpartisipasi.

Vaksin telah menjadi bisnis besar bagi perusahaan yang membuatnya, dengan Pfizer yang menjadi mitra BioNTech di luar China mencatat perkiraan penjualan vaksin tahun 2021 menjadi US$26 miliar minggu ini. AstraZeneca telah berjanji untuk tidak mengambil untung dari suntikan Covid-nya selama pandemi.

Federasi Internasional Produsen & Asosiasi Farmasi mengutuk langkah perlindungan paten yang dicabut sebagai tindakaan mengecewakan.

"Pengesampingan adalah jawaban yang sederhana tetapi salah untuk masalah yang kompleks," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan. “Pengabaian paten vaksin Covid-19 tidak akan meningkatkan produksi atau memberikan solusi praktis yang diperlukan untuk memerangi krisis kesehatan global ini.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hak paten Angela Merkel Vaksin Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top