Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Ritel di Mal Diproyeksi Naik 30 Persen pada Lebaran 2021

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah optimistis momentum Ramadhan dan Idulfitri 2021 mampu mendongkrak penjualan ritel di pusat perbelanjaan hingga 30% dibandingkan dengan tahun lalu.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  05:46 WIB
Atrium Central Park dan Neo Soho Mall.  - Central Park dan Neo Soho Mall
Atrium Central Park dan Neo Soho Mall. - Central Park dan Neo Soho Mall

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan ritel di pusat perbelanjaan atau mal pada momentum Ramadan dan Idulfitri 2021 diproyeksi akan mengalami peningkatan hingga 30% dibandingkan dengan tahun lalu.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah optimistis momentum Ramadhan dan Idulfitri 2021 mampu mendongkrak penjualan ritel di pusat perbelanjaan hingga 30% dibandingkan dengan tahun lalu. Hal tersebut tak terlepas dari dicabutnya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.

“Tentunya akan lebih baik, bisa naik 20-30% dari tahun lalu yang sepi sekali. Tahun lalu kan hanya supermarket yang boleh buka di mal. Sekarang kan sudah boleh semua walaupun kapasitas hanya separuh. Idealnya mal itu tenant harus buka semua,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Kemudian terkait dengan larangan mudik oleh pemerintah, menurut Budihardjo, akan memberikan pengaruh besar terhadap peritel yang berada di luar kota-kota besar. Mereka harus gigit jari lantaran pelarangan tersebut berpotensi menurunkan konsumsi rumah tangga di daerah yang biasanya melonjak saat momentum tahunan itu.

Seperti diketahui, selama ini aktivitas mudik menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Kedatangan pemudik ikut membawa triliunan rupiah yang tentunya membuat perputaran uang di daerah menjadi lebih kencang dari biasanya.

“Lebaran itu terjadi pemerataan penduduk, pemerataan ekonomi karena mudik. Kalau dilarang otomatis hanya ramai di kota-kota besar karena uangnya nggak balik ke kampung. Perputaran ekonomi tersendat, khususnya sektor ritel offline yang hidupnya mengandalkan pergerakan manusia. Uang yang beredar jadi tersendat,” ungkapnya.

Adapun, untuk mengatasi masalah tersebut Hippindo akan menyiapkan sejumlah program promosi khusus agar masyarakat yang ada di luar kota-kota besar tertarik untuk membelanjakan uangnya. Sementara itu, di kota-kota besar khususnya Jakarta dan sekitarnya akan dihadirkan konsep khusus untuk mendukung berbagai program promosi yang digelar.

“Konsepnya seperti mudik ke mal, karena nggak bisa mudik jadi ke mal saja yang didukung oleh penjualan online juga. Kalau di daerah tentunya akan ada program diskon khusus untuk mendongkrak daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih,” tutupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mal pusat perbelanjaan hippindo
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top