Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI Ekspansif, Sektor Apa yang Paling Produktif?

Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan April 2021 kembali mencetak rekor tertinggi.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  18:58 WIB
Xpander diproduksi di pabrik Mitsubishi di Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas, Bekasi.   - Bisnis.com
Xpander diproduksi di pabrik Mitsubishi di Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas, Bekasi. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan usaha menilai Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang ekspansif di level 54,6 didorong oleh sejumlah sektor.

Wakil Ketua Bidang Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Johnny Darmawan mengatakan di antaranya otomotif, batubara, dan sektor yang berkaitan dengan logam termasuk didalamnya farmasi dan alat kesehatan. Menurutnya, hal ini juga tidak lepas dari kepercayaan masyarakat untuk membelanjakan uangnya karena pemerintah memberi banyak kemudahan.

"Kalau otomotif jelas karena ada diskon pajak PPnBM, kemudian batubara saat ini juga demand naik dan akan lebih dari supply yang kemudian mengakselerasi ekspor dengan baik," katanya kepada Bisnis, Senin (3/5/2021).

Johnny menyebut ada juga sejumlah alat kesehatan terpantau mencatat pertumbuhan permintaan. Oleh karena itu, dia melanjutkan dengan struktur PMI yang terdiri dari permintaan naik, produksi melaju, dan stok menipis maka perolehan PMI ini sesuai dengan proyeksi.

Apalagi, lanjut Johnny, saat ini ada momentum Ramadan dan Lebaran yang kian menggerakkan masyarakat untuk belanja baik melalui pencairan bantuan sosial atau yang lain sebagainya.

"Mudik juga tidak dikasih jadi produksi akan bertambah ini untuk terus mengundang demand," ujarnya. 

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian melaporkan bahwa deru mesin manufaktur di tanah air semakin kencang, menandakan produktivitas yang kian bergeliat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sepanjang dua bulan berturut-turut, PMI manufaktur Indonesia menorehkan rekor tertinggi. Selain itu, kondisi bisnis kini telah menguat dalam enam bulan terakhir ini di tengah kondisi pandemi, dengan tren positif dari sektor industri yang gencar melakukan perluasan usahanya.

“Alhamdulillah, para pelaku industri kita mulai bangkit lagi. Sebab, kalau kita melihat ke belakang, pada April 2020 adalah kondisi PMI manufaktur Indonesia saat jatuh ke titik terendahnya, yaitu di level 27,5,” katanya, Senin (3/5/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur indeks manufaktur
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top