Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Properti di Australia Segera Pulih, Ini Faktor Pemicunya

Perkembangan bisnis properti di Australia menunjukkan sinyal positif menuju pemulihan. Sejumlah faktor mempercepat pemulihan bisnis properti Australia termasuk pemangkasan tingkat bunga acuan oleh RBA.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 27 April 2021  |  03:28 WIB
Suasana di kantor Reserve Bank of Australia. Keputusan RBA untuk menekan suku bunga acuan mendorong pemulihan bisnis properti. - Bloomberg
Suasana di kantor Reserve Bank of Australia. Keputusan RBA untuk menekan suku bunga acuan mendorong pemulihan bisnis properti. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi properti di Australia diproyeksikan pulih tahun ini, menurut Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia Tyas Sudaryomo.

Dia mengatakan kepercayaan pasar menguat meski pandemi Covid-19 telah berjalan selama lebih dari setahun, yang melanda Australia dan dunia.

Tyas mengemukakan keyakinan bahwa pasar kembali menguat muncul setelah melihat keberhasilan Australia dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang menjadikannya sebagai salah satu negara terbaik dalam menangani pandemi ini.

Selain itu, keyakinan itu didorong adanya kebijakan dari bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) yang kembali memotong tingkat suku bunga acuan sehingga menciptakan rekor suku bunga terendah dalam sejarah guna mendorong proses perbaikan ekonomi Australia.

Hal ini tentu berdampak pada tingginya kepercayaan bahwa proses perbaikan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dari perkiraan awal.

"Dua hal itulah yang awalnya mendorong tingkat keyakinan di pasar sehingga banyak dari para investor yang telah kembali, ditambah tingkat permintaan yang kembali tinggi setelah pandemi melandai," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Senin (26/4/2021).

Dia menilai pasar properti di Australia sangat diminati oleh investor di Asia Pasifik, karena Australia merupakan salah satu negara yang dikenal memiliki fundamental ekonomi yang sangat kuat serta politik yang cukup stabil.

Tyas menjelaskan RBA memproyeksikan pertumbuhan PDB sekitar 5 persen selama 2021 dan Deloitte Access Economics memproyeksikan pertumbuhan PDB 2021 sebesar 4,4 persen berdasarkan asumsi bahwa pembatasan domestik secara bertahap berkurang saat vaksin diluncurkan dan perbatasan internasional dibuka kembali secara bertahap.

Dia menilai wajar proses perbaikan ekonomi diyakini bisa lebih cepat dari perkiraan. Menurutnya, ini adalah waktu yang tepat bagi para investor luar negeri termasuk dari Indonesia untuk kembali masuk membeli properti di Australia.

“Fenomena krisis tidak selalu membawa keburukan, tetapi juga peluang untuk bergerak lebih maju dan tumbuh lebih tinggi," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti australia crown group
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top