Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Goldman Sachs: Pemulihan V-Shaped China Mengalami Titik Balik

Fokus kebijakan juga telah bergeser dari membantu ekonomi pulih dan penurunan Covid-19 menjadi mengatasi masalah stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 20 April 2021  |  15:19 WIB
Goldman Sachs. - Bloomberg
Goldman Sachs. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi China berada di jalur untuk kembali ke tren pertumbuhan, setelah pemulihan berbentuk V dari kemerosotan virus Corona berakhir dengan rekor kecepatan ekspansi kuartal lalu.

Menurut Goldman Sachs Group Inc., ekonomi China tampaknya telah melewati titik balik.

"Fokus kebijakan juga telah bergeser dari membantu ekonomi pulih dan penurunan Covid-19 menjadi mengatasi masalah stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang," kata ekonom Goldman Sachs Group Inc termasuk Hui Shan dalam sebuah catatan, dilansir Bloomberg, Selasa (20/4/2021).

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu tumbuh sebesar 18,3 persen pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya, ketika sebagian besar negara ditutup untuk memerangi virus Corona. Di bawah tingkat pertumbuhan yang tinggi, ada perbedaan yang luas di seluruh industri dan pergeseran pendorong pertumbuhan yang sedang berlangsung.

Ekspor dan penjualan properti telah mengungguli capaian pada 2019, sebelumnya jatuhnya aktivitas industri pada tahun lalu.

Sementara itu, pembangunan perumahan dan investasi manufaktur berkinerja buruk. Kondisi tersebut kemungkinan besar akan menunjukkan beberapa konvergensi di masa depan, tetapi dengan kecepatan yang lambat.

Sementara penjualan ritel membaik pada Maret, para ekonom tidak melihat tanda-tanda yang kuat dari konsumsi rumah tangga yang melonjak lebih tinggi dalam waktu dekat dengan tingkat tabungan rumah tangga tetap sangat tinggi di kuartal pertama.

"Dengan kelonggaran yang berarti, konsumsi rumah tangga harus mengejar ketertinggalan, tetapi mungkin pada kecepatan yang terukur mengingat bobot ketidakpastian dan jalan yang panjang menuju kekebalan kelompok," tulis para ekonom.

Ekspor China juga cenderung mengalami pergeseran permintaan seiring dengan pemulihan dan pembukaan kembali ekonomi dunia.

Permintaan alat pelindung diri buatan China kemungkinan akan melemah, sementara barang yang tidak terkait dengan Covid-19 diperkirakan akan mendorong ekspor tahun ini.

Booming perumahan global dan pembukaan kembali ekonomi dapat sepenuhnya mengimbangi dampak negatif dari penurunan permintaan untuk barang-barang Covid-19.

Di balik kinerja ekonomi yang solid, Goldman Sachs mengharapkan People’s Bank of China mempertahankan suku bunga kebijakan dan pertumbuhan kredit melambat secara moderat menuju pertumbuhan ekonomi nominal pada akhir tahun.

Dengan kinerja sektor yang berbeda-beda, pemerintah diharapkan dapat mempertahankan dukungan yang diperlukan untuk beberapa area dan bahkan lebih membatasi di area lain seperti pasar properti.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china goldman sachs

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top