Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ironi Kakao, Rasa Favorit yang Dibayangi Tantangan Bisnis

Potensi pasar produk berbasis cokelat masih sangat bisa dikembangkan karena varian rasa ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 15 April 2021  |  19:04 WIB
Seluruh produk Van Houten Professional 100 persen terbuat dari kakao yang dipasok secara berkelanjutan melalui Cocoa Horizons Foundation.  - Barry Callebaut
Seluruh produk Van Houten Professional 100 persen terbuat dari kakao yang dipasok secara berkelanjutan melalui Cocoa Horizons Foundation. - Barry Callebaut

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. menyebut tantangan pengembangan produk coklat saat ini menemukan preferensi cita rasa cokelat yang dapat diterima oleh konsumen Indonesia serta pasokan bahan baku cokelat yang berkelanjutan dan berkualitas.

Direktur PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. Paulus Tedjosutikno mengatakan satu sisi, perseroan melihat potensi pasar produk berbasis cokelat masih sangat bisa dikembangkan karena varian rasa ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

Adapun sejumlah varian produk coklat perseroan melalui merek Chocolatos saat ini meliputi Chocolatos Wafer Stick, Chocolatos Wafer Cream, Chocolatos Drink RTS (Ready to Serve), Chocolatos Drink RTD (Ready to Drink) – Botol, dan Tetra. Tahun lalu, produk Chocolatos mengeluarkan tiga varian produk baru salah satunya Chocolatos Wafer Cream Economis Pack.

"Kami meyakini bahwa produk berbasis cokelat termasuk yang memiliki target market yang bervariasi di setiap momentum yang berbeda ditunjang dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang hobi mengonsumsi cemilan," katanya kepada Bisnis, Kamis (15/4/2021).

Paulus mengemukakan secara keseluruhan industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang masih dapat beroperasi di tengah adanya PSBB tahun lalu juga PPKM atau Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tahun ini.

Namun, penjualan di sektor ini juga terdampak pandemi dan mengalami penurunan penjualan seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merosot pada kuartal II/2020 tetapi mulai menunjukkan perbaikan pada kuartal IV/2020.

Adapun kinerja produksi dan penjualan poduk biskuit berbasis coklat di Garudafood mengalami imbas dari kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 salah satunya dialami oleh Gery Chocolatos pada kategori wafer stick yang sempat mengalami penurunan penjualan sampai Mei 2020. Namun, hingga kuartal I/2021 ini tercatat sudah mengalami tren perbaikan.

Selain itu, pandemi yang telah berlangsung selama lebih setahun telah mengakibatkan perubahan perilaku masyarakat di mana sebagian besar waktu dan aktivitas mereka dilakukan di rumah. Sehingga selama masa pandemi ini, Chocolatos membangun komunikasi sebagai produk yang cocok untuk dikonsumsi di rumah bersama keluarga dan juga sebagai teman di saat masa PSBB maupun PPKM, baik teman minum, makanan cemilan maupun diolah sebagai bahan dasar masakan.

"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan tidak berhenti berinovasi untuk selalu menjaga kualitas cita rasa maupun menciptakan varian produk baru, fokus pada target konsumen melalui komunikasi berupa kampanye promosi baik di TV maupun sosmed dan juga berusaha menjaga distribusi produk yang merata di seluruh pasar di Indonesia serta yang terpenting adalah harga yang terjangkau dengan value-added creation yang diberikan kepada konsumen," ujarnya.  

Sisi lain, Garudafood melalui anak usahanya PT Sinarniaga Sejahtera menjadi distributor resmi dari produk produsen cokelat dan produk kakao global, Barry Callebaut Group.

Managing Director Chocolate Indonesia & Vice President, Food Manufacturing, Asia Tenggara, Barry Callebaut Shuo-yen Choo mengatakan Van Houten Professional merupakan merek legendaris asal Eropa yang dimiliki Barry Callebaut. Merek ini pun diklaim telah menjadi pemimpin pasar di Asia.

"Lewat kerja sama dengan Garudafood, kami kembali bermitra dengan pemimpin pasar di negara dengan perekonomian yang paling dinamis di Asia Pasifik, serta memiliki wilayah jangkauan strategis di Indonesia yang terus berkembang, bahkan di tengah kondisi yang penuh tantangan," katanya.

Sementara itu, berasal dari Eropa selama lebih dari 190 tahun, Van Houten Professional memiliki brand promise sebagai merek inovatif, yang menawarkan varian produk cokelat dan compound chocolate yang lengkap dan telah disesuaikan dengan kebutuhan teknis produsen makanan cokelat.

Selain mengutamakan mutu, cita rasa, dan kenyamanan, seluruh produk Van Houten Professional 100 persen terbuat dari kakao yang dipasok secara berkelanjutan melalui Cocoa Horizons Foundation, lembaga nirlaba yang dibentuk Barry Callebaut untuk memberikan dampak positif bagi komunitas petani kakao.

Varian produk compound chocolate ini juga menggunakan minyak sawit yang sepenuhnya tergolong fully segregated palm oil dari lahan perkebunan lestari. Perkebunan ini 100 persen disertifikasi oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

"Kami ingin meningkatkan keahlian dan kreativitas di kalangan artisan, tetapi yang lebih penting lagi, kami bertujuan untuk menggerakkan aspek keberlanjutan di Indonesia. Van Houten Professional akan menjadi menjadi merek mass market pertama di Indonesia yang menawarkan kakao yang dipasok secara berkelanjutan dalam program Cocoa Horizons. Program tersebut akan meningkatkan mata pencaharian para petani kakao dan komunitas mereka di sejumlah wilayah, seperti Sulawesi," ujar Choo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur kakao industri mamin garudafood cokelat
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top