Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Imbas Kebakaran Kilang Balongan, Industri Petrokimia Terganggu

kilang Balongan dapat memproduksi propilena hingga 490.000 ton per tahun.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  13:02 WIB
Imbas Kebakaran Kilang Balongan, Industri Petrokimia Terganggu
Sejumlah warga menyaksikan kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu, Senin (29/3/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kebakaran kilang Balongan  turut berdampak kepada industri petrokimia. Hal itu membuat produsen petrokimia menangguhkan kontraknya.

Seperti dikutip dari Argusmedia.com, Senin (29/3/2021), produsen polipropilena (PP), PT Polytama Prodino menangguhkan kontrak alokasi polipropilena untuk pelanggan di domestik. Keputusan itu guna mengantisipasi gangguan pasokan bahan baku propilena.

Penutupan kilang yang berkepanjangan diproyeksikan dapat membatasi ketersediaan pasokan bahan baku untuk Polytama.

Adapun, kilang Balongan dapat memproduksi propilena hingga 490.000 ton per tahun. Polytama mendapatkan sekitar 90 persen atau lebih dari 300.000 ton per tahun dari kilang Balongan untuk kebutuhan pabrik yang dialokasikan melalui transfer pipa lokal.

Sebelumnya, pada pertengahan Februari Polytama memangkas produksi PP karena berkurangnya pasokan bahan baku dari kilang Balongan, yang mengakibatkan banyaknya pesanan PP yang bertahan hingga Maret.

Operasi di pabrik PP Polytama dalam beberapa pekan mendatang akan bergantung pada perkembangan dari penanganan kilang Balongan. Pasokan itu akan dipengaruhi oleh seberapa cepat pemulihan fasilitas kilang tersebut.

Gangguan pada produksi PP Polytama dapat membendung penurunan harga PP di Indonesia dalam jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

propilena kilang balongan
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top