Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengintip Peran Penting Pembibitan di Industri Kehutanan

Nursery yang dikelola PT Riau Andalan Pulp and Paper, unit usaha Grup APRIL, ini mampu memproduksi hingga ratusan juta bibit pohon Acacia dan Eucalyptus.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  21:02 WIB
Foto: Dok. PT RAPP
Foto: Dok. PT RAPP

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia memiliki potensi industri manufaktur yang menjanjikan dan tidak kalah maju dengan negara lain. Sebut saja industri bahan kimia, makanan hingga pulp dan kertas yang selama ini telah menyumbang devisa dan menggerakkan ekonomi nasional.

Bicara tentang industri pulp dan kertas nasional, sektor ini cukup membanggakan dengan masuk dalam 10 produsen terbesar di dunia berdasarkan kapasitas produksi. Lebih rinci, industri pulp nasional kini berada di peringkat 8 dunia sedangkan industri kertas di urutan 6 dunia.

Diperkirakan, kedua industri ini terus berkembang dan mampu berada di jajaran tiga besar produsen pulp dan kertas terbesar dalam beberapa tahun kedepan.  Harapan ini ditunjang oleh tingginya permintaan dan sejumlah keunggulan dalam hal produktivitas bahan baku bila dibandingkan dengan negara produsen lainnya, salah satunya memiliki iklim tropis yang membuat produksi kayu tumbuh lebih cepat di Indonesia dibandingkan dengan hutan negara pesaing yang beriklim subtropis.

Tak hanya itu, Indonesia sendiri telah memiliki teknologi mumpuni dalam pengelolaan hutan tanaman industri (HTI). Teknologi ini diterapkan perusahaan mulai dari riset dan pengembangan, pengembangbiakan bibit secara massal di area pembibitan (nursery) hingga menghasilkan produk pulp dan kertas yang berkualitas serta berkelanjutan.

Salah satu kompleks pembibitan tanaman dengan teknologi maju dapat ditemui di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau. Nursery yang dikelola PT Riau Andalan Pulp and Paper, unit usaha Grup APRIL, ini mampu memproduksi hingga ratusan juta bibit pohon Acacia dan Eucalyptus. Berkat kemajuan riset dan pengembangan, tiap bibit pohon mampu memberikan hasil pulp lebih tinggi dengan sifat yang lebih baik, mengonsumsi lebih sedikit energi, dan lebih tahan terhadap ancaman hama dan penyakit.

“Di sini ada Nursery yang kapasitasnya 300 juta bibit. Saya tanya, di mana di dunia yang memiliki persemaian sebesar yang ada di sini di Kabupaten Pelalawan? Saya kaget terus terang dengan jumlah yang begitu besarnya. Tunjukkan di negara mana ada persemaian sebesar ini?” kata Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Kerinci Nursery Center di sela-sela peresmian pabrik Asia Pacific Rayon tahun lalu.

Lebih lanjut, Jokowi juga mengatakan bahwa ini menjadi bukti teknologi Indonesia tidak kalah dengan negara Eropa dan Amerika. Apalagi, serat kayu yang dihasilkan dalam pembibitan ini nantinya tidak hanya bisa diproduksi menjadi pulp dan kertas saja, melainkan bisa diolah menjadi serat rayon yang hasil akhirnya bisa dibuat pakaian.

“Indonesia tidak kalah dengan Eropa, tidak kalah dengan Amerika di dalam teknologi dari yang namanya kayu kemudian melompat menjadi kain dan menjadi garmen. Kita mampu melakukannya,” ujarnya. 

Cikal Bakal Produk Berkualitas

Selama ini, Nursery memegang peranan vital dalam kelangsungan industri pulp dan kertas. Selain menjadi pondasi pengelolaan bisnis pulp dan kertas yang berkelanjutan, nursery merupakan titik awal produksi bibit dengan klon terbaik untuk ditanam di lapangan.

Dengan bantuan riset dan teknologi, perusahaan mampu menciptakan bibit unggul secara kualitas dan kuantitas dengan memilah klon-klon terbaik untuk praktik Silvikultur, serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan dan produktivitas kerja.

Di Grup APRIL, Pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D) juga memiliki lab bio-molekular yang mendukung pemilihan tanaman dengan sifat tumbuh cepat dan serat yang baik, serta materi genetik yang resisten. Lab juga mengidentifikasi hama dan penyakit yang berpengaruh terhadap pembibitan dan perkebunan.

Adanya Nursery juga memastikan perbanyakan dari spesies dengan kualitas unggul dengan siklus masa panen setiap lima tahun. Secara berkelanjutan, penanaman akan terus dilakukan setelah panen produksi tiba.

“Di Nursery kami, sistem perbanyakannya adalah dengan cara vegetatif atau stek pucuk. Klon-klon terbaik yang kami dapatkan dari departemen R&D kami tanam sebagai tanaman induk di Nursery, barulah nanti kami ambil pucuknya secara periodik untuk diproses menjadi bibit siap tanam,” jelas Cosa Adrian, Nursery Manager PT RAPP.

Proses penanaman di tanaman induk hingga menempatkan pucuk di media tanam memakan waktu beberapa minggu hingga akhirnya siap menjadi bibit unggul di sebarkan ke area penanaman.

“Peran nursery ini sangat penting dalam menunjang aspek keberlanjutan dalam proses produksi yang mana setiap panen yang kami lakukan akan langsung kami tanami kembali sesuai dengan aturan pengelolaan lestari SFMP 2.0 yang kami pegang selama ini,” ujar Cosa.

Keberhasilan Nursery dalam menciptakan bibit berkualitas juga tak lepas dari peran Kerinci Tissue Culture yang dimiliki RAPP sejak 2019 lalu. Adanya fasilitas ini mendukung efektivitas spesies yang dikembangkan untuk menciptakan bibit unggul yang lebih mudah diperbanyak di lapangan, khususnya untuk spesies Eucalyptus.

APRIL sendiri selama ini menghasilkan produk pulp dan kertas berkelanjutan yang telah dipasarkan di 70 negara dengan merk “Paperone”. Baru-baru ini, APRIL juga mampu menghasilkan dissolving pulp sebagai sumber bahan baku tekstil terbarukan yakni serat rayon yang dikenal sebagai salah satu bahan baku yang digalakkan dalam mendukung sustainable fashion.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rapp
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top