Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Garam di Pantai Dadapayam dan Sepanjang Berhenti Beroperasi

Selain adanya kerusakan mesin pompa, lesunya penjualan akibat pandemi corona juga menjadi penyebab para petani menghentikan kegiatan budi daya.
David Kurniawan
David Kurniawan - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  12:39 WIB
Petani Garam di Pantai Dadapayam dan Sepanjang Berhenti Beroperasi
Petani garam Amed memanen garam menggunakan alat tradisional. JIBI - BISNIS/Feri Kristianto
Bagikan

Bisnis.com, WONOSARI — Petani garam di Gunungkidul yang berada di Pantai Dadapayam dan Sepanjang berhenti berproduksi. Selain adanya kerusakan mesin pompa, lesunya penjualan akibat pandemi corona juga menjadi penyebab para petani menghentikan kegiatan budi daya.

Ketua Kelompok Petani Garam Dadap Makmur di Pantai Dadapayam, Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Triyono mengatakan bahwa kelompoknya tidak lagi memproduksi garam sejak satu tahun lalu.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mengakibatkan aktivitas produksi berhenti.

Proses ini dimulai adanya kerusakan mesin pompa untuk mengangkat air laut ke lokasi budi daya. Praktis dengan kerusakan mesin pompa suplai untuk bahan baku garam jadi terkendala.

Triyono menuturkan bahwa kondisi ini diperparah dengan angin kencang yang merusak terpal plastik pelindung petak-petak yang digunakan lokasi budi daya. “Jadi awalnya hanya mesin pompa, tapi karena tidak ada aktivitas produksi maka terpal-terpal juga ikut rusak,” katanya, Senin (15/3/2021).

Adanya permasalahan dalam proses produksi sudah dilaporkan ke pihak terkait. Bahkan, kelompoknya sudah mendapatkan bantuan berupa mesin pompa dan terpal untuk memperbaiki kerusakan yang ada.

Triyono menyebutkan bahwa anggota kelompok sudah memulai kerja bakti untuk menghidupkan kembali budi daya garam yang sempat vakum selama satu tahun.

“Sudah mulai diperbaiki dan kami targetkan pada awal April sudah bisa kembali beroperasi,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kelompok tani garam rakyat

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top