Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Pasar Properti yang Jadi Ceruk Besar bagi Pengembang

Perubahan generasi yang mendominasi pendapatan harus menjadi perhatian pengembang, terlebih lagi pada masa pandemi Covid-19 yang sekarang ini terus menekan berbagai sektor bisnis termasuk properti.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 06 Maret 2021  |  01:41 WIB
Wajah properti Jakarta. - Bloomberg
Wajah properti Jakarta. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang perumahan terutama di tengah masa krisis akibat pandemi Covid-19 harus membuat produk properti yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan memperhatikan perubahan generasi dan besaran pendapatannya.

Managing Director Strategic Business & Service Sinar Mas Land Alim Gunadi mengatakan generasi X dan Y akan mendominasi golongan pendapatan pada 2020 hingga 2025.

Masing-masing gen X 50 persen dan gen Y 30 persen dari total jumlah populasi Indonesia 270,2 juta jiwa, sedangkan baby boomers sebesar 20 persen.

"Kalau melihat sepanjang 2020 hingga 2025, ternyata ada satu irisan bahwa gen X dan Y itu jadi salah satu generasi yang akan mendominasi income terbesar," ujarnya pada Jumat (5/3/2021).

Apabila diklasifikasikan, golongan pendapatan di Indonesia terbagi menjadi beberapa kelompok di antaranya yaitu baby boomers, gen X, gen Y, gen Z, dan terbaru gen alpha.

Sejak 2015, kelompok baby boomers dan gen X telah memimpin dan mendominasi angka pendapatan tertinggi di Indonesia.

Baby boomers merupakan kelompok generasi yang lahir pada 1946 hingga 1964 atau yang tahun ini berusia 57 hingga 75 tahun.

Gen X merupakan kelompok generasi yang lahir antara 1965 hingga 1980 atau yang pada tahun ini berusia 41–55 tahun. Generasi ini umumnya masih mengikuti tren dari baby boomers.

Selanjutnya, gen Y yaitu kelompok generasi yang lahir pada rentang 1980 hingga 1995 atau saat ini berusia 27–40 tahun.

Meski demikian, pada periode 2020 – 2025 ini, baby boomers masih menjadi salah satu kalangan pendapatan yang mendominasi.

Namun, menurut Alim, trennya akan cenderung menurun dan disalip oleh gen X dan gen Y yang bakal memimpin.

"Untuk periode 2020 - 2025  ini, baby boomers itu ada, tapi mereka sudah turun. Saat ini banyak orang kaya baru, maksudnya orang yang fresh graduated lalu bekerja dapat gaji, atau yang bekerja jadi youtuber, influencer, dan sebagainya, ini pasarnya besar," tuturnya.

Dengan tren seperti itu, pengembang properti saat ini sudah harus dapat berinovasi menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan generasi tersebut.

Menurutnya, pengembang perumahan terutama di tengah masa krisis akibat pandemi Covid-19 harus lebih waspada dan berhati-hati mengatur cashflow, salah satunya dengan membuat produk hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemungkinan diminati sehingga diserap pasar.

Dia menyebutkan rumah yang diminati dengan harga Rp1,5 miliar. Hal itu terbukti dari penjualan terbanyak unit rumah yang dibangun Sinar Mas sejak 2018 hingga 2020 yaitu sekitar Rp1,5 miliar.

"Terjadi perubahan kebutuhan konsumen. Terbukti juga ternyata rumah-rumah yang berkisar harga sekitar Rp1,5 miliar itu jadi salah satu favorit pembeli," ucap Alim.

Sinar Mas Land sejak 2019 membangun berbagai properti rumah tapak dengan desain menarik yang berkonsep millenlial house. Hal itu dikarenakan fenomena peningkatan minat terhadap rumah dengan harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar menguat dan diminati oleh kalangan milenial.

"Selain harga dan desain, pengembang properti juga harus mencari lokasi yang strategis. Kemudahan aksesibilitas tentu saja menjadi alasan utama konsumen dalam membeli rumah," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan generasi milenial
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top