Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat Sebut Keuntungan Digitalisasi Operasional Kereta Api

Digitalisasi layanan kereta api dalam upaya transformasi di era digital dinilai bisa menjadikan operasional lebih efisien dan profitable.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  12:55 WIB
Sejumlah penumpang dengan mengenakan masker di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi lintas selatan di Stasiun Gambir, Jakarta. - Antara
Sejumlah penumpang dengan mengenakan masker di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi lintas selatan di Stasiun Gambir, Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai operasional kereta api (KA) lebih efisien dan profitable dengan adanya upaya tranformasi di era digital.

Dalam webinar bertajuk Mengenang Transformasi Kereta Api di Era Digital dalam rangka peringatan HUT Perpenka ke-54, Agus mengatakan digitalisasi memang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat sebagai pengguna jasa. Dari sisi publik terdapat beberapa tujuan dilakukannya digitalisasi, yakni meningkatkan pelayanan, mengawasi kinerja pegawai KAI, menghilangkan calo tiket, dan meningkatkan pendapatan perseroan.

"Teknologi digital terbukti membuat operasional KAI dapat dikendalikan lebih efisien, lebih profitable, dan keselamatan meningkat," katanya, Selasa (2/3/2021).

Dia juga menuturkan, dengan digitalisasi KAI, masyarakat dapat teredukasi untuk menjadi penumpang yang lebih baik. Pasalnya, jika mengingat kondisi sebelum KA bertranformasi ke era digital, moda angkutan umum ini hadir dengan melayani masyarakat seadanya tanpa memikirkan kualitas pelayanan dan keselamatan.

"[Kalau dulu] yang penting semua masyarakat terangkut," ungkap Agus.

Bukan itu saja, lanjutnya, sebelum didigitalisasi, peralatan operasi KA (lokomotif dan gerbong) kondisinya tua dan kurang terawat. Kondisi dan keamanan stasiun juga buruk ditandai dengan maraknya aksi copet dan penjambretan di area stasiun maupun dalam kereta.

Sementara untuk pendapatan dari tiket dan barang imbuh Agus, juga sulit diukur karena disiplin dan integritas manajemen saat itu rendah. Pun dengan motivasi sumber daya manusianya untuk maju dan berkembang.

"Bahkan etika dan disiplin penumpang juga buruk," tuturnya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI juga memastikan akan mengembangkan digitalisasi untuk memudahkan perawatan dan pemantauan sarana dan prasarana kereta api. Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo berencana mengembangkan digitalisasi perawatan sarana berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top