Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada! Bank Sentral China Peringatkan Risiko Gelembung Properti

Gelembung di pasar properti China tetap relatif besar, dengan banyak orang membeli rumah untuk tujuan investasi atau spekulatif, yang sangat berbahaya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  11:43 WIB
Apartemen di China. - .Bloomberg
Apartemen di China. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Regulator perbankan terkemuka China mengaku khawatir tentang banyak risiko termasuk gelembung properti, arus masuk modal asing yang cepat, dan peningkatan pasar global.

Dilansir Bloomberg, Selasa (2/3/2021), Deputi Gubernur Bank Rakyat China (PBOC) Guo Shuqing mengatakan dirinya sangat khawatir bahwa gelembung di pasar keuangan Amerika Serikat dan Eropa dapat meledak karena ekonomi mereka masih berjuang di bawah beban pandemi virus Corona.

Guo yang juga Ketua Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi China mengatakan dalam sebuah pengarahan di Beijing hari ini bahwa reli di sejumlah pasar itu menuju ke arah yang berlawanan dari ekonomi yang mendasarinya dan harus menghadapi koreksi, cepat atau lambat.

Dia mengatakan, regulator mengawasi arus masuk modal ke China, di mana ekonomi masih tumbuh dan suku bunga lebih tinggi, untuk mencegah gangguan, meskipun ukuran dan kecepatan arus masuk tersebut tetap terkendali saat ini.

Guo juga mengatakan gelembung di pasar properti China tetap relatif besar, dengan banyak orang membeli rumah untuk tujuan investasi atau spekulatif, yang sangat berbahaya.

Komentar dari Guo muncul di tengah perdebatan yang sedang berlangsung mengenai apakah aset berisiko diperpanjang setelah suntikan besar stimulus untuk melawan dampak pandemi. Trader juga tengah bersiap menghadapi tanggapan pejabat Federal Reserve yang dijadwalkan berbicara minggu ini, menanggapi keributan di pasar obligasi.

“Ada banyak ketidakpastian, banyak risiko yang dibangun, itulah mengapa Anda melihat sedikit kegugupan. Penarik positif untuk pasar masih akan menjadi pemulihan ekonomi global," kata Direktur Penelitian Ekuitas Asia Morningstar Lorraine Tan.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan kasus global meningkat untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan dalam seminggu terakhir, mengutip negara-negara yang melonggarkan pembatasan, orang-orang lengah dan varian menyebar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bubble properti bank sentral china
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top