Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral Myanmar Batasi Penarikan Tunai. Ini Alasannya

Setiap warga tidak akan diizinkan untuk menarik lebih dari 2 juta kyat (US$1.406) dari rekening bank mereka mulai hari ini, sementara bisnis akan diizinkan untuk menarik hingga 20 juta kyat seminggu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  10:46 WIB
Bendera Myamnar - wikipedia
Bendera Myamnar - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral Myanmar membatasi penarikan tunai dari bank dan anjungan tunai mandiri sebulan setelah kudeta militer negara itu.

Menurut arahan yang ditandatangani oleh Deputi Gubernur bank sentral Than Than Swe, setiap warga tidak akan diizinkan untuk menarik lebih dari 2 juta kyat (US$1.406) dari rekening bank mereka mulai hari ini, sementara bisnis akan diizinkan untuk menarik hingga 20 juta kyat seminggu.

Langkah tersebut bertujuan untuk memfasilitasi transisi ke ekonomi digital dengan mengurangi penggunaan uang tunai di antara lembaga pemerintah dan publik, kata surat tertanggal 1 Maret itu.

“Bank perlu memprioritaskan pembayaran elektronik dan transfer elektronik untuk meningkatkan pengelolaan kas bank dan lembaga keuangan nonbank,” kata pernyataan itu, dilansir Bloomberg, Senin (1/3/2021).

Penarikan tunai di ATM akan dibatasi hingga 500.000 kyat sehari, setengah dari batas harian sebelumnya sebesar 1 juta kyat.

May Toe Win, direktur jenderal departemen manajemen valuta asing Bank Sentral Myanmar, Minggu malam mengonfirmasi bahwa surat yang dikirim ke semua bank di negara Asia Tenggara itu asli.

Dengan pengecualian Bank Ekonomi Myanmar yang dikelola negara, sebagian besar bank telah menangguhkan operasi cabang setelah kerusuhan yang dipicu oleh kudeta 1 Februari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar kudeta bank sentral ekonomi digital
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top