Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAI Gagal Kirim Lebih dari 7.200 Ton Logistik Akibat Banjir

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia menyatakan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Jabodetabek menyebabkan terhambatnya pengiriman ribuan kontainer dan ton barang. 
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  13:31 WIB
PT Kalog dibentuk untuk melayani distribusi logistik berbasis kereta api dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi pelanggan kereta api yang didukung dengan angkutan pra dan purna.  - Kalog
PT Kalog dibentuk untuk melayani distribusi logistik berbasis kereta api dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi pelanggan kereta api yang didukung dengan angkutan pra dan purna. - Kalog

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Logistik gagal memberangkatkan lebih dari 7.200 ton logistik akibat banjir yang menggenangi rel kereta pada awal pekan lalu.

Plt. Direktur Utama KAI Logistik Helmy menjelaskan bencana banjir yang merendam di petak jalan antara Stasiun Kedunggedeh – Stasiun Lemahabang memengaruhi operasional KA Barang sehingga perjalanan KA Kontainer pada 21 Februari – 22 Februari terpaksa dibatalkan.

Helmy menjelaskan akibat tidak beroperasinya layanan KA Kontainer baik dari barat – timur maupun sebaliknya, KAI Logistik turut terdampak dikarenakan hingga Senin malam (22/02/2021) lebih dari 7.200 ton volume muatan barang tidak dapat diberangkatkan

“Kami telah menyampaikan permohonan maaf secara tertulis kepada pelanggan terkait pembatalan KA tersebut dan KAI Logistik juga telah memeriksa dan memastikan keamanan barang pada KA yang tertahan,” ujarnya kepada Bisnis.com, Jumat (26/2/2021).

Menurutnya di tengah musibah ini, KAI Logistik lebih fokus terhadap keamanan dan keselamatan barang milik pelanggan dan berharap banjir dapat segera teratasi sehingga segera bisa melayani kebutuhan logistik masyarakat.

Sebelumnya, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyatakan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Jabodetabek menyebabkan terhambatnya pengiriman ribuan kontainer dan ton barang. 

Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan banyak truk yang terjebak di jalan tol Cipali yang longsor dan putusnya jalur kereta api di Lemah Abang, Kabupaten Bekasi akibat banjir pada 20 Februari 2021.

Selain itu lanjutnya, pengiriman barang sebagian juga terhambat karena kawasan pergudangan di Jakarta Barat dan beberapa akses jalan menuju bandara yang turut terdampak banjir.

"Banjir tidak hanya terjadi di jalan-jalan utama di wilayah Jabodetabek, tapi sejumlah kawasan industri di Bekasi juga terendam banjir, sejumlah pool truk juga terendam banjir, sehingga sekitar dua hari kegiatan pengiriman terhenti,” katanya.

Yukki memerinci, lalu lintas truk untuk pengiriman barang dengan peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Priok rata-rata 16.500 kg per hari. Demikian juga pengiriman barang melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta, yang rata-rata satu hari mencapai 2.465.753 kg.

“Sedangkan pengiriman melalui kereta api relatif lebih sedikit, hanya rata-rata sekitar 400 TEUs," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api logistik
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top