Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi: Food Estate di NTT akan Diperluas Hingga 10.000 Hektare

Jokowi menyatakan pada tahap awal pemerintah baru menyiapkan 5.000 hektare lahan untuk food estate atau lumbung pangan di Kabupaten Sumba Tengah, NTT.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  11:48 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan keterangan pers usai meninjau Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah, NTT, Selasa 23 Februari 2021 / Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan keterangan pers usai meninjau Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah, NTT, Selasa 23 Februari 2021 / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan 5.000 hektare kawasan food estate di Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lahan tersebut disiapkan guna mewujudkan ketahanan pangan lebih baik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan pada tahap awal pemerintah baru menyiapkan 5.000 hektare lahan untuk food estate atau lumbung pangan di Kabupaten Sumba Tengah.

Dari total 5.000 hektare lahan yang telah tersedia, Jokowi menyatakan 3.000 hektare akan ditanam padi dan 2.000 hektare sisanya akan ditanami jagung.

“Tapi ke depan akan diperluas lagi dengan perluasan 10.000 hektare yang nanti dibagi 5.600 hektare untuk padi dan 4.400 untuk jagung,” kata Jokowi saat meninjau lokasi food estate di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut, kata Jokowi mengungkapkan alasan pemerintah membangun lumbung pangan di Sumba Tengah ialah karena masih tingginya angka kemiskinan di daerah itu. Presiden menyebut 34 persen masyarakat di Sumba Tengah masih kategori warga miskin.

Selain itu, selama ini panen padi di Sumba Tengah masih setahun sekali. Pemerintah menargetkan agar panen padi dapat berlangsung dua kali setahun dan satu kali panen jagung atau kedelai dalam setahun.

Problem-nya adalah memang masih di seluruh NTT sama yaitu masalah air. Jadi kuncinya adalah air,” ujarnya.

Dia menuturkan, pemerintah telah membangun sejumlah sumur bor yang dapat digunakan untuk kebutuhan sawah pada 2015 - 2018. Selain itu, pembangunan embung besar juga telah dibangun. Akan tetapi langkah ini disebut masih belum cukup.

“Masih jauh dari cukup. Masih kurang. Tadi Pak Bupati masih minta tambah lagi, Pak Gubernur juga minta dibuatkan satu bendungan untuk di Sumba Tengah dan sekitarnya,” terangnya.

Adanya kawasan food estate di Nusa Tenggara Timur menambah jumlah food estate di Indonesia. Sebelumnya pemerintah juga telah membangun food estate di Sumatra Utara dan Kalimantan Tengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ntt food estate
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top