Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peran Penting Vaksin Merah Putih Bagi Ekonomi Indonesia

Ekonom CORE menjelaskan peran Vaksin Merah Putih terhadap pemulihan ekonomi Indonesia dan tingkat investasi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  11:13 WIB
Setelah masuk Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mendukung kemandirian vaksin dalam negeri, LIPI harus bekerja keras untuk mewujudkan vaksin tersebut.  - LIPI
Setelah masuk Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mendukung kemandirian vaksin dalam negeri, LIPI harus bekerja keras untuk mewujudkan vaksin tersebut. - LIPI

Bisnis.com, JAKARTA - Proses pengembangan Vaksin Merah Putih (VMP) dinilai bisa mengakselerasi pemulihan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi. Bahkan, menjadi indikator penting bagi upaya pemerintah dalam mewujudkan hujan investasi.

Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, besarnya populasi di Tanah Air menjadi faktor utama. Pasalnya, besaran jumlah masyarakat yang divaksin berkorelasi dengan pergerakan dan pertumbuhan aktivitas ekonomi.

"Jumlah orang yang akan divaksin kan besar, sehingga akan banyak multiplyier effect-nya di dalam negeri. Apalagi, kalau juga digunakan oleh negara lain," ujar Faisal kepada Bisnis.com, Rabu (17/2/2021).

Dia menambahkan, apabila pasokan vaksin dilakukan secara massif dan distribusinya ngebut sehingga tercapai kekebalan komunal sebesar 70 persen, pemulihan kepercayaan diri masyarakat untuk kembali beraktivitas dan belanja akan terjadi lebih cepat.

Dengan demikian, lanjutnya, kegiatan produksi secara otomatis akan bergerak membaik.

Faisal memperkirakan, vaksinasi dapat juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun ke depan. Tahun ini, jelasnya, efektif dan tepat waktunya penyelenggaraan vaksinasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kisaran 3–4 persen.

Tahun berikutnya, masih dengan asumsi penyelenggaraan vaksinasi di Tanah Air berlangsung lancar dan efektif, maka pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa meroket melampaui kisaran 3–5 persen.

Sejumlah sektor industri yang mengalami masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19, seperti produsen barang-barang harian, akan tumbuh terlebih dahulu. Kemudian disusul oleh produsen barang-barang tahan lama.

Sebaliknya, sejumlah sektor diprediksi masih mengalami perlambatan dalam proses pemulihan, di antaranya industri otomotif, hiburan, dan pariwisata.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top