Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelaku Usaha Berkolaborasi Cetak 500.000 Eksportir hingga 2030

Inisiasi ini bakal berfokus pada pelaku usaha berskala kecil dan menengah (UKM) yang kontribusinya terhadap total ekspor nonmigas memang masih rendah.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  13:58 WIB
Pelaku UMKM Ini Berinovasi Luncurkan DIY Cookie Kit yang Mengasah Kreativitas. - istimewa\n
Pelaku UMKM Ini Berinovasi Luncurkan DIY Cookie Kit yang Mengasah Kreativitas. - istimewa\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha yang tergabung dalam sejumlah asosiasi berkolaborasi mendorong lahirnya 500.000 eksportir baru sampai 2030.

Inisiasi ini bakal berfokus pada pelaku usaha berskala kecil dan menengah (UKM) yang kontribusinya terhadap total ekspor nonmigas memang masih rendah.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan usaha skala kecil dan menengah memang menjadi salah satu yang terdampak selama pandemi. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa serapan tenaga kerja di sektor ini cukup tinggi, yakni mencapai 97 persen dari total tenaga kerja nasional menurut laporan Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kita lihat UMKM dari sektor penyerapan tenaga kerja tinggi, tetapi untuk sektor ekspor ini masih kecil hanya 15 sampai 16 persen,” kata Rosan saat berbicara pada peresmian Program Kolaborasi Akselerasi Mencetak 500.000 Eksportir Baru di 2030, Rabu (17/2/2021).

Rosan menilai usaha skala kecil dan menengah dengan potensinya yang besar bisa memainkan peran dalam perbaikan kinerja ekspor yang sepanjang 2020 lalu terkoreksi 2,61 persen. Di sisi lain, pemerintah pun telah menyiapkan serangkaian stimulus demi memastikan operasional sektor ini tetap terjaga.

“UMKM memang terdampak paling besar, tetapi dengan banyaknya stimulus untuk pastikan UMKM bertahan, berkembang, dan mengadaptasi teknologi untuk pemasaran, serta pengenalan [UMKM] ke pembiayaan formal, pastinya akan memberikan dampak positif. Terlebih Presiden juga mengamanatkan untuk reformasi kebijakan dan regulasi untuk mendukung ekosistem eksportir ke depan,” lanjutnya.

Peningkatan kontribusi ekspor UKM memang menjadi salah satu kebijakan yang diambil Kementerian Perdagangan untuk menjaga kinerja perdagangan pada 2021.

Data Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan menunjukkan bahwa kontribusi UKM selama Januari sampai September 2020 hanya mencapai 9,7 persen dari total ekspor periode tersebut atau sekitar US$11,36 miliar. Di sisi lain, eksportir skala UKM dengan nilai ekspor tahunan di bawah Rp200 disebut masih mendominasi eksportir nasional.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin eksportir
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top