Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Ruang Perkantoran Ditopang Perusahaan Teknologi

Tingkat hunian ruang perkantoran di CBD berada di angka 74 persen dengan penyerapan sepanjang 2020 seluas 33.000 m2. Harga sewa perkantoran grade A turun 1,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Februari 2021  |  21:31 WIB
Seorang pria menelepon dengan latar belakang gedung perkantoran di Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta./ Antara - Andika Wahyu
Seorang pria menelepon dengan latar belakang gedung perkantoran di Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta./ Antara - Andika Wahyu

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat hunian ruang perkantoran masih cukup tinggi sepanjang 2020 karena ditopang oleh permintaan dari perusahaan teknologi di tengah perekonomian yang tertekan akibat pandemi Covid-19, menurut konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL).

"Permintaan mengenai ruang perkantoran masih cukup aktif berasal dari perusahaan berbasis teknologi dan perpindahan menuju gedung dengan kualitas lebih baik," kata Head of Markets JLL Indonesia Angela Wibawa.

JLL Indonesia mencatat tingkat hunian ruang perkantoran di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) berada di angka 74 persen dengan penyerapan sepanjang 2020 seluas 33.000 m2. Harga sewa perkantoran grade A turun 1,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, di non-CBD, total penyerapan ruang perkantoran sepanjang 2020 tercatat 22.000 m2. Meski harga sewanya tercatat stabil, ada tren penawaran harga baru untuk mendorong daya saing.

JLL juga mencatat terdapat satu gedung perkantoran baru yang selesai dibangun di Jalan Tendean seluas 27.000 m2 sehingga menyebabkan tingkat hunian di kawasan tersebut turun ke angka 76 persen. Penyewa yang mengisi kawasan non-CBD bukan dari perusahaan teknologi.

Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim menjelaskan sepanjang 2017 hingga 2019, permintaan ruang perkantoran tercatat cukup sehat didukung oleh perusahaan berbasis teknologi seperti e-commerce dan coworking space.

"Selain perusahaan teknologi, selama 2020 permintaan juga didominasi oleh perpindahan gedung menuju gedung yang lebih baik dan lebih baru," tuturnya.

Yunus memprediksi permintaan tahun ini sedikit meningkat dengan pertimbangan perbaikan makroekonomi serta penghematan yang dilakukan para tenant dan besarnya pasokan yang masuk.

Dengan mempertimbangkan banyak faktor termasuk makroekonomi, kami perkirakan permintaan akan sedikit mengalami peningkatan di 202. Dipengaruhi penghematan yang dilakukan para tenant dan

Selain dua faktor itu, lanjutnya, besarnya pasokan yang masuk pada 2021 akan membuat hunian kembali tertekan dan diharapkan stabil mulai 2022. Harga sewa juga akan tetap sedikit tertekan untuk kemudian stabil pada 2022 dan setelahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran bisnis properti

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top