Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Izin Impor Gula 1,9 Juta, Pelaku Industri Bakal Lakukan Evaluasi

Pelaku industri gula rafinasi menyatakan izin impor yang diberikan untuk mendatangkan gula mentah atau raw sugar telah diterbitkan untuk 1,9 juta ton periode semester I/2021.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 03 Februari 2021  |  17:32 WIB
Impor gula sudah mulai masuk 9 Januari 2021 dari Australia, sisanya akan datang awal Februari.  - KTM
Impor gula sudah mulai masuk 9 Januari 2021 dari Australia, sisanya akan datang awal Februari. - KTM

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri gula rafinasi menyatakan izin impor yang diberikan untuk mendatangkan gula mentah atau raw sugar telah diterbitkan untuk 1,9 juta ton periode semester I/2021.

Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Bernardi Dharmawan mengatakan saat ini pelaku industri masih melakukan akomodasi produksi dan distribusi kepada pengguna gula industri. Dengan angka izin impor tersebut, dia memastikan, cukup sebagai stok khususnya jelang periode Puasa dan Lebaran.

"Sejauh ini aman dan cukup untuk stok tentu juga akan dievaluasi lebih lanjut sedangkan izin impor semester II/2021 belum diinfo," katanya kepada Bisnis, Rabu (3/2/2021).

Bernardi sebelumnya menyebut jika penerbitan izin impor untuk gula mentah sebagai bahan baku gula kristal rafinasi atau GKR terlambat maka diperkirakan hanya mencukupi sampai dengan minggu kedua Januari 2021 lalu.

Bernardi menjelaskan bahwa stok yang tersisa periode akhir tahun lalu di 11 pabrik rafinasi anggota AGRI saat ini berada di angka 360.000 ton, padahal kebutuhan bulanan untuk industri makanan dan minuman bisa mencapai 250.000 ton dan berpotensi naik pada akhir tahun yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu saat ini pasokan gula hanya datang dari Brasil, dan itu membutuhkan waktu dua bulan. Sebelumnya, harapan AGRI izin impor sudah dirilis sejak November 2020 lalu.

Dia menjelaskan kebutuhan untuk setahun serta buffer stock sejatinya sudah dihitung sejak awal 2020, yang mana izin impor yang diberikan mencapai 3,2 juta ton. Meski demikian, terdapat pabrik di luar asosiasi yang juga mendapatkan rekomendasi impor sehingga stoknya tidak bisa dipantau.

“Untuk AGRI total impor yang kami lakukan kurang lebih 2,9 juta ton. Ada sekitar 300.000 ton di luar anggota yang sulit kami pantau pasokannya,” imbuh dia.

Sisi lain, persoalan gula lokal yang tidak mampu memenuhi kualitas industri merupakan pekerjaan rumah yang sudah cukup lama bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait saat ini. Awal 2020 lalu pun masih terjadi kelangkaan bahan baku untuk industri mamin.

Bernardi menyoroti, untuk perbaikan gula lokal agar mampu terserap industri saat ini perlu pembenahan pada aspek pertanian dari sisi produktivitas tebunya dan juga pembenahan di sisi pabrik untuk efisiensinya.

"Untuk kualitas sehingga memenuhi kebutuhan industri sudah pasti pabriknya perlu direvitalisasi," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan baku gula impor
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top