Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenperin Dorong Pembangunan Pabrik Gula Terintegrasi

Kementerian Perindustrian mendorong tumbuhnya pabrik gula baru guna memenuhi kebutuhan pasar domestik yang semakin meningkat, baik itu untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri makanan dan minuman.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  15:30 WIB
Buruh memanen tebu. Kompetisi perebutan tebu petani oleh pabrik gula kian ketat, terutama di Pulau Jawa, di tengah tren penurunan luas tanam.  - ANTARA
Buruh memanen tebu. Kompetisi perebutan tebu petani oleh pabrik gula kian ketat, terutama di Pulau Jawa, di tengah tren penurunan luas tanam. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian mendorong tumbuhnya pabrik gula baru guna memenuhi kebutuhan pasar domestik yang semakin meningkat, baik itu untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri makanan dan minuman.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah fokus memacu pembangunan pabrik-pabrik gula baru yang terintegrasi dengan perkebunan tebu, sehingga dapat beroperasi dengan penuh.

Agus menjelaskan, guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan adanya fasilitas memperoleh bahan baku dalam rangka pembangunan pabrik gula baru maupun perluasan investasi.

"Hal ini bertujuan untuk menarik minat investasi, meringankan beban biaya investasi yang besar dan membantu efisiensi operasional pabrik," katanya melalui siaran pers, Rabu (26/8/2020)

Untuk itu dalam hal ini, telah diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.

Kewajiban terintegrasi dengan perkebunan tebu yang dimaksud itu memiliki beberapa ketentuan, antara lain adalah perkebunan tebu dimiliki sendiri oleh perusahaan industri ataupun bermitra dengan petani tebu.

Agus melanjutkan sebesar 20% bahan baku industri berdasarkan kapasitas giling tebu berasal dari perkebunan yang dimaksud, serta secara bertahap perusahaan industri harus meningkatkan sumber bahan baku industri yang berasal dari perkebunan tebu. Hal itu telah dilakukan salah satunya oleh PT PAG Bombana di Sulawesi Tenggara.

“Kami memberikan apresiasi yang besar kepada Pabrik Gula PAG Bombana yang telah menjalin kemitraan saling menguntungkan dengan melibatkan warga sekitar untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat lokal sekaligus menggerakkan perekonomian nasional,” kata Agus.

Pabrik Gula PAG Bombana memiliki kapasitas giling hingga 12.000 ton cane per day (TCD), sehingga merupakan pabrik gula dengan jumlah produksi terbesar di Indonesia yang dimiliki oleh pengusaha dalam negeri. Perusahaan ini didukung dengan sumber bahan baku area tebu inti plasma sebesar 22.797 hektare.

Sementara itu, Kemenperin mencatat saat ini produksi gula di Indonesia sebesar 2,2 juta ton per tahun, sementara kebutuhan gula nasional mencapai 5,8 juta ton per tahun.

"Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang dapat dikonsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri yang kebutuhannya tiap tahun semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan industri makanan dan minuman,” kata Agus.

Direksi PT PAG Bombana Arif Efendi mengatakan saat ini Pabrik Gula Bombana sudah menggunakan teknologi canggih yang didukung automatisasi. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Sehingga kami mampu menghasilkan produk dengan incumsa di bawah 100 UI dan total Losis di bawah 1,8 pol gula," ungkapnya.

Pabrik Gula Bombana juga bertekad untuk turut berpartisipasi menopang program pemerintah dalam upaya swasembada gula dan ketahanan pangan.

Dengan kapasitas produksi sebesar itu, Pabrik Gula Bombana berkomitmen bisa memenuhi kuota gula Indonesia bagian timur dengan harga di bawah HET. Sehingga masyarakat mampu menikmati harga gula yang wajar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pabrik gula perkebunan tebu
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top