Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PTDI Serahkan Helikopter Super-Puma ke TNI AU, Ini Spesifikasinya

Helikopter Super Puma NAS332 C1+ merupakan produk PTDI yang dilengkapi dengan avionic glass cockpit disertai sensor optik AHRS (Attitude Heading and Reference System) dan teknologi FMS (Flight Management System).
Helikoter Super Puma NAS332 C1+. Helikopter yang mampu mengangkut 18 pasukan dan 3 kru (pilot, kopilot, dan juru mudi udara) ini merupakan heli angkut berat serbaguna yang dapat digunakan untuk transportasi militer, kargo, transportasi paratroop, evakuasi medis, serta VIP. /PTDI
Helikoter Super Puma NAS332 C1+. Helikopter yang mampu mengangkut 18 pasukan dan 3 kru (pilot, kopilot, dan juru mudi udara) ini merupakan heli angkut berat serbaguna yang dapat digunakan untuk transportasi militer, kargo, transportasi paratroop, evakuasi medis, serta VIP. /PTDI

Bisnis.com, JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan satu unit helikopter Super Puma NAS332 C1+ kepada TNI Angkatan Udara yang merupakan pesanan Kementerian Pertahanan pada 2019.

Direktur Niaga PT DI Ade Yuyu Wahyuna melepas ferry flight helikopter Super Puma NAS332 C1+ yang kemudian akan dioperasikan oleh Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, Bogor, di Hanggar Rotary Wing PTDI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/1/2021).

"Dengan dilakukannya ferry flight, kami berharap semoga akan makin memperlancar dan memudahkan pelaksanaan dan penyelesaian tugas TNI AU menjaga kekuatan matra udara Republik Indonesia," kata Ade Yuyu dalam pernyataan tertulisnya seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Komandan Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja Letkol Pnb Akhmad Mauludin Mulyono berharap helikopter ini dapat mendukung tugas negara dan bangsa Indonesia.

"Semoga pesawat ini bisa menjadi berkah bagi kami mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Udara dan tugas-tugas bangsa dan negara Indonesia, baik operasi maupun latihan," kata Letkol Pnb Akhmad Mauludin.

Penandatanganan kontrak pengadaan satu unit helikopter Super Puma NAS332 C1+ telah dilaksanakan pada tanggal 12 April 2019 antara PT DI dan Kementerian Pertahana dengan penggunanya atau end user adalah TNI Angkatan Udara.

Helikopter Super Puma NAS332 C1+ merupakan produk PT DI yang dilengkapi dengan avionic glass cockpit disertai sensor optik AHRS (attitude heading and reference system) dan teknologi FMS (flight management system).

Adapun instrumen yang digunakan pilot untuk mengatur rencana terbang (flight plan) meliputi jalur yang akan dilewati helikopter, SAR Direction Finder untuk menangkap sinyal ELT (emergency locator transmitter), kemampuan operasi terbang malam yang kompatibel dengan NVG (nNight vision Goggle), weather radar dan emergency floatation untuk melakukan pendaratan darurat di atas air.

Ia menjelaskan bahwa helikopter Super Puma NAS-332 C1+ dapat terbang selama 4 jam dengan kecepatan maksimum 306 km/jam.

Helikopter yang mampu mengangkut 18 pasukan dan 3 kru (pilot, kopilot, dan juru mudi udara) ini merupakan heli angkut berat serbaguna yang dapat digunakan untuk transportasi militer, kargo, transportasi paratroop, evakuasi medis, serta VIP.

Helikopter Super Puma NAS-332 C1+ akan dilengkapi dengan hoist untuk menarik atau mengevakuasi korban pada sisi pintu kanan. Selain itu, helikopter ini juga memiliki sling yang berfungsi untuk membawa barang atau kendaraan taktis dengan beban maksimal 4,5 ton.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatkhul Maskur
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper