Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Produk Ekspor Ini Jadi Bukti Transformasi Perdagangan RI

Ada 3 produk yang menjadi primadona dari ekspor komoditas nonmigas, sekaligus sebagai bukti transformasi perdagangan Indonesia.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  17:47 WIB
Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal.  - TMMIN
Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal. - TMMIN

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membeberkan 3 produk ekspor yang menjadi bukti transformasi perdagangan Indonesia dari negara penghasil barang mentah dan setengah jadi menjadi eksportir barang industri dan industri berteknologi tinggi.

Produk-produk yang dimaksud mencakup besi baja, kendaraan bermotor, dan perhiasan. 

“Ada 3 produk dari 10 besar ekspor nonmigas yang menurut saya penting karena menunjukkan transformasi Indonesia dari penghasil barang mentah dan setengah jadi menjadi eksportir barang industri dan industri berteknologi tinggi yakni besi baja, otomotif, dan perhiasaan,” kata Lutfi dalam konferensi pers Trade Outlook 2021 secara virtual, Jumat (29/1/2021).

Lutfi menjelaskan Indonesia merupakan penghasil besi dan baja terbesar kedua di dunia setelah China, sebanyak 70 persen ekspor pun dikirim ke Negeri Panda.

Sepanjang 2020, ekspor besi dan baja mencapai US$10,85 miliar atau naik 46,84 persen dibandingkan dengan 2019. Kenaikan ini menjadikan besi dan baja sebagai komoditas nonmigas dengan pertumbuhan tahunan terbesar pada 2020.

“Jadi sebelumnya tidak terbayang Indonesia menjadi produsen, kini menjadi penghasil terbesar setelah China terutama untuk stainless steel,” sambungnya.

Dia juga mengemukakan potensi ekspor yang lebih baik untuk otomotif meski sepanjang 2020 mengalami kontraksi 19,36 persen. Tahun lalu, ekspor kendaraan bermotor dan suku cadangnya bernilai US$6,60 miliar dan menempati peringkat ke-6 ekspor nonmigas terbesar.

Lutfi mengatakan produk perhiasan pun bisa menjadi benteng ekspor nonmigas selanjutnya karena melibatkan banyak usaha kecil dan menengah.

Produk perhiasan pada 2020 menempati peringkat ke-5 ekspor nonmigas terbesar  dengan nilai US$8,2 miliar. Hampir 80 persen produk perhiasan diekspor ke Singapura, Swiss, dan Jepang. Pertumbuhan ekspornya pada tahun lalu mencapai 24,21 persen secara tahunan atau di peringkat kedua dengan pertumbuhan ekspor tertinggi.

“Ini adalah bagian yang utama dari transformasi kita, ternyata UKM bisa menjadi salah satu benteng nonmigas, dan barang industri adalah besi baja, lalu yang berteknologi tinggi ada otomotif,” kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag ekspor nonmigas
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top