Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Investasi Kuartal Keempat Capai Rp214,7 Triliun, Asing Jadi Penopang

Dari catatan BKPM, PMA tumbuh Rp111,1 triliun atau 51,7 persen, naik dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, PMDN tercatat tumbuh 48,3 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  11:20 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Abdullah Azzam
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi di kuartal IV/2020 mencapai Rp214,7 triliun atau tumbuh 3 persen year on year (yoy).

Dari investasi ini, jumlah tenaga kerja yang tercipta 294.780 tenaga kerja pada kuartal IV tahun lalu.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan investasi langsung asing (PMA) membukakan pertumbuhan yang lebih tinggi dari investasi dalam negeri (PMDN) pada akhir 2020.

Dari catatan BKPM, PMA tumbuh Rp111,1 triliun atau 51,7 persen dari total investasi 2020. Angka ini naik 5,5 persen (yoy) dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, PMDN tercatat tumbuh 0,7 persen (yoy) menjadi Rp103,6 triliun.

"Kenapa PMA-nya lebih besar karena di kuartal keempat, kasus pertama pandemi Covid sudah ada vaksinasinya. Itu membuat rasa percaya diri investor asing di Indonesia," ujar Bahlil, Senin (25/1/2021).

Selain itu, dia melihat pengesahan UU Cipta Kerja cukup memberikan pengaruh positif kepada investor asing. Alhasil, PMA meningkat cukup tajam pada kuartal terakhir 2020.

Secara negara asal investasi, Singapura masih mendominasi dengan US$2,6 miliar pada kuartal IV/2020, disusul oleh China. "Tidak heran lagi karena Singapura adalah hub investasi," ujar Bahlil.

Berdasarkan wilayahnya, investasi di luar jawa pada kuartal IV/2020 mencapai 113,3 triliun atau tumbuh 9,2 persen (yoy), sementara investasi di pulau Jawa sebesar Rp101,4 triliun atau turun 4 persen (yoy). Menurut Bahlil, pergesaran investasi ke luar Jawa merupakan dampak dari pembangunan infrastruktur yang digencarkan pemerintah. 

"Dampak pembangunan 5 tahun lalu cukup memberikan dampak signifikan. Ini jawaban dari konteks realisasi investasi karena syarat mutlak investasi di wilayah itu, salah satunya infrastrukturnya memadai," tegas Bahlil.

Adapun, sektor yang menjadi favorit investasi di kuartal IV adalah sektor transportasi, telekomuniasi dan pergudangan, serta air, listrik dan gas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top