Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Besok Pedagang Daging Sapi Akan Berjualan Kembali, tapi …

Kenaikan harga daging sapi segar dipicu oleh kenaikan harga sapi bakalan asal Australia, pemasok utama sapi untuk usaha penggemukan di Tanah Air.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  20:36 WIB
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di  Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Para pedagang daging sapi memastikan akan kembali berjualan setelah sempat melakukan aksi mogok akibat kenaikan harga daging sapi segar. Sebagai solusi, pedagang akan menjual daging sapi/kerbau beku yang harganya lebih murah.

“Kemungkinan besar hampir 100 persen Jumat malam sudah berjualan. Untuk pasar konsumsi mulai malam ini, besok, dan Sabtu, khususnya para pedagang sapi siap eksis kembali,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Yayan Suryana saat mengunjungi gudang penyimpanan daging milik PT Sur Nusantara bersama pejabat Kementerian Perdagangan, Kamis (21/1/2021).

Yayan mengatakan bahwa dijualnya daging kerbau beku menjadi solusi jangka pendek karena harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan sapi segar. Kenaikan harga sapi segar yang berasal dari sapi bakalan eks impor yang digemukkan maupun sapi lokal telah memicu aksi mogok para pedagang.

“Kebutuhan pasar tradisional lebih banyak daging sapi. Dengan adanya stok daging kerbau, bisa menjadi solusi bagi kami. Tidak ada alasan untuk mogok lagi karena pasokan cukup untuk tiga bulan ke depan,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto menjelaskan bahwa stok yang disimpan oleh PT Suri Nusantara mencapai 17.000 ton. Dengan kebutuhan bulanan di wilayah Jabodetabek sebanyak 5.500 ton, maka stok tersebut bisa memenuhi kebutuhan selama tiga bulan.

Dia menjelaskan bahwa kenaikan harga daging sapi segar dipicu oleh kenaikan harga sapi bakalan asal Australia, pemasok utama sapi untuk usaha penggemukan di Tanah Air. Harga sapi bakalan terpantau bergerak dari US$2,8 per kilogram sapi hidup menjadi US$3,8 per kg sapi hidup.

“Jadi alhamdulillah, para pedagang sudah kita temui dan sudah komitmen mulai besok akan mulai berjualan lagi dengan daging relatif murah, terjangkau oleh masyarakat,” kata Suhanto.

Selain memastikan stok dalam keadaan aman, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi juga menyatakan bahwa Indonesia tengah mengkaji potensi impor sapi bakalan dari negara lain, yakni Meksiko.

Sepanjang 2020, pasokan sapi bakalan tercatat hanya berasal dari Australia dan populasi sapi di negara tersebut disebut Didi tengah dalam tahap pemulihan usai sempat berkurang akibat banjir dan kekeringan.

“Tentu kita tidak tinggal diam. Dalam hal ini kita mencoba sumber lain. Untuk daging bisa dari India dan Brasil. Dan untuk sapinya bisa dari Meksiko,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor daging daging sapi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top