Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MRT Akuisisi KCI, Keuangan KAI Bisa Jadi Lemah

Langkah akuisisi yang dilakukan MRT Jakarta terhadap KCI dinilai bisa melemahkan kondisi keuangan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  14:54 WIB
Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana sepi terlihat di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menilai dengan adanya akuisisi anak usahanya yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) oleh PT MRT Jakarta dapat melemahkan kondisi keuangannya.

Direktur Keuangan PT KAI Salusra Wijaya mengatakan dari sisi landasan legal kelembagaan terkait akuisisi ini juga masih tumpang tindih antara fungsinya sebagai regulator dengan integrator. Rencana akuisisi tersebut, bahkan belum ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) setelah Presiden Joko Widodo memberikan arahannya pada rapat terbatas pada 8 Januari 2019.

Kendati memang Presiden saat itu telah mengarahkan untuk menyatukan seluruh angkutan Jabodetabek di bawah Pemerintah DKI Jakarta.

Namun, lanjutnya, dampak pengintegrasian juga menyangkut dengan kewajiban public service obligation (PSO) yang selama ini dialokasikan kepada KAI. Menurutnya PSO tidak mudah diberikan kepada sembarang perusahaan terlebih setelah KAI tak memiliki saham mayoritas.

“Adanya integrasi ini, dapat melemahkan KAI. Saat ini turunnya penumpang hingga 70–80 persen dan pada 2021 ini terancam tidak lebih baik. Sehingga jika nantinya tidak ada PSO lagi akan mengurangi kemampuan menaikkan penumpang, mencicil piutang kepada perbankan,” ujarnya, Rabu (20/1/2021).

Hilangnya dana PSO, lanjutnya, berarti turut mengeliminasi biaya tetap perusahaan. Arus kas perusahaan pun turut terganggu. Saat ini, untuk mendanai kewajiban perusahaan KAI harus mengajukan pinjaman dari 15 perbankan. Selain itu, PT KAI juga masih memiliki tanggungan yang besar untuk merawat berbagai aset yang dimiliki.

"Kalau ini terjadi yang dampak PSO hilang dari KAI, ini berat buat kami," tekannya.

Dia pun menyimpulkan selama tiga proses yakni landasan legal kelembagaan, tinjauan kerangka PSO, kejelasan model bisnis merupakan kunci utamanya. Integrasi,tak dapat berlanjut sebelum tiga hal strategis tersebut dapat dilaksanakan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top