Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cuaca Buruk di Lokasi Sriwijaya Air SJ-182, Dua Kapal Tubrukan!

Kemenhub dan Basarnas membenarkan adanya tubrukan antara dua kapal milik mereka di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  13:42 WIB
Tim patroli laut Bea Cukai dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tanjung Priok turut melakukan pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di sekitaran perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (09/01). - Humas Bea Cukai
Tim patroli laut Bea Cukai dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tanjung Priok turut melakukan pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di sekitaran perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (09/01). - Humas Bea Cukai

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menuturkan terjadi cuaca ekstrem di perairan Kepulauan Seribu lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, yang mengakibatkan terjadinya tubrukan antara dua kapal.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Kemenhub Ahmad mengatakan telah terjadi benturan antara kapal KN Mitra Utama milik Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Ditjen Perhubungan Laut dengan KN SAR Wisnu milik Badan SAR Nasional (Basarnas).

"Semalam saat cuaca buruk kapal Basarnas saat larat bersenggolan dengan kapal KN. Mitra Utama milik BTKP. Namun Operasi evakuasi Sriwijaya SJ-182 tetap berjalan di Pulau Lancang yang dikoordinir oleh Basarnas dimana Ditjen Hubla tetap melaksanakan tugas SAR-nya. Saat inipun kami masih berada di Pulau Lancang,” ujarnya, Selasa (19/1/2021).

Dia menuturkan kondisi kedua kapal sudah diperiksa dan mendapati adanya kerusakan minor di kapal Basarnas. Kerusakan minor tersebut tidak mengganggu kelaiklautan kapal Basarnas.

Selain itu, kata dia tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Operasi evakuasi Sriwijaya SJ-182 pun tetap berjalan di Pulau Lancang yang dikoordinir oleh Basarnas dan Ditjen Hubla tetap melaksanakan tugas SAR.

Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS membenarkan bahwa KN SAR Wisnu yang berisi penyelam berbenturan dengan kapal milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Alhasil, terdapat sedikit sobekan di KN SAR Wisnu.

Dia menjelaskan hal tersebut bukan tabrakan tetapi benturan karena faktor ombak karena tentunya petugas lapangan tak bisa mengendalikan gelombang sehingga mengakibatkan sobekan di kapal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top