Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gaya Hidup Baru Tekan Pasar Perumahan London

Pertumbuhan bisnis proroperti subsektor perumahan di London menyusut dan beralih ke wilayah lainnya seiring dengan gaya hidup baru. Dengan banyak yang bekerja dari rumah, warga mencari lebih banyak ruang di luar kota setelah bertahun-tahun pasar perumahan London melampaui wilayah lain di negara itu.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  15:06 WIB
Seorang lelaki menyeberangi sebuah jalan di London, Inggris, berlatar belakang deretan properti residensial./Bloomberg - Hollie Adams
Seorang lelaki menyeberangi sebuah jalan di London, Inggris, berlatar belakang deretan properti residensial./Bloomberg - Hollie Adams

Bisnis.com, JAKARTA – Perlambatan yang lebih luas terjadi di pasar perumahan Inggris pada Desember 2020, ungkap survei Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS), yang juga mengatakan London adalah satu-satunya bagian Inggris yang harga sewanya diperkirakan turun dalam 3 bulan ke depan.

Covid-19 menghantam London dengan keras dan varian baru virus menyebar dengan cepat, memicu penerapan lockdown skala nasional untuk ketiga kali.

Dengan banyak orang yang sekarang bekerja dari rumah, warga mencari lebih banyak ruang di luar kota setelah bertahun-tahun pasar perumahan London melampaui wilayah lain di negara itu.

Pergeseran itu, selain pemotongan pajak transaksi properti sementara, memicu ledakan pasar perumahan di wilayah lain, menggembungkan harga rumah bahkan saat Inggris menghadapi resesi ganda. Permintaan pembeli baru dan penjualan terus meningkat pada Desember, meski dengan kecepatan yang lebih lambat.

"Meski pasar perumahan tetap terbuka untuk bisnis di tengah penutupan nasional terbaru, ada kesan dari responden terhadap survei bahwa pembatasan baru akan tetap berdampak pada aktivitas transaksi selama beberapa bulan mendatang," kata Simon Rubinsohn, ekonom kepala di RICS.

Dia tetap optimistis harga dan sewa secara nasional akan membaik seiring dengan mereda krisis virus corona.

Simon Aldous dari Savills lettings di London mengatakan dalam survei tersebut: "Ini pasar yang menantang terutama di daerah pusat, tetapi ada permintaan di daerah luar London untuk rumah keluarga. Ini mencerminkan kebutuhan untuk bekerja dari rumah.”

Peter Buckingham dari Andrew Granger & Co di East Midlands berkomentar: "Meski saat ini lockdown, permintaan terhadap properti dalam jumlah terbatas di pasar sangat kuat. Tanda-tandanya adalah bahwa ini akan berlanjut karena pembeli rumah berusaha mengubah gaya hidup."

Michael Darwin dari Darwin and Sons, Yorkshire menambahkan: "Permintaan properti tetap kuat sampai Natal, tetapi ketidakpastian di Tahun Baru memengaruhi permintaan.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan london

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top