Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Rumah di Inggris Turun Tipis pada November

Menjelang berakhirnya keringanan pajak, harga rumah di Inggris tertekan lantaran penjual menginginkan properti mereka segera dibeli.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 17 November 2020  |  23:23 WIB
Perumahan di Wallsend, Inggris./Bloomberg - Matthew Lloyd
Perumahan di Wallsend, Inggris./Bloomberg - Matthew Lloyd

Bisnis.com, JAKARTA – Harga rumah di Inggris turun tipis pada November karena penjual berusaha untuk melepas properti mereka menjelang berakhirnya keringanan pajak pada Maret, menurut survei situs properti Rightmove.

Harga turun 0,5 persen pada November dari Oktober ketika melonjak tertinggi dalam lebih dari 4 tahun, kata Rightmove.

"Mengingat mini-boom yang sedang berlangsung, sebenarnya harga sempat diharapkan naik lagi pada bulan ini," kata Tim Bannister, direktur data properti Rightmove.

Namun sebaliknya, lanjutnya, yang terjadi Rightmove mengalami sedikit penurunan harga yang bisa jadi disebabkan oleh langkah beberapa penjual baru yang menetapkan harga secara lebih realistis agar memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyetujui penjualan pada waktunya untuk mendapatkan keuntungan dari penghematan materai pada pembelian mereka selanjutnya.

Pada Juli, Menteri Keuangan Rishi Sunak menangguhkan pajak pembelian untuk rumah dengan harga maksimal 500.000 pound sterling (Rp9,3 miliar) hingga akhir Maret 2021 dalam upaya menopang ekonomi Inggris yang dilanda virus corona.

Sebelumnya harga rumah Inggris pada Oktober 2020 mengalami kenaikan terbesar sejak 2016, mendorong nilai rata-rata ke rekor tertinggi.

Harga rumah rata-rata naik 7,5 persen pada Oktober dari tahun sebelumnya (yoy) ke rekor rata-rata 250.457 pound sterling (Rp4,68 miliar), ungkap pemberi pinjaman hipotek Halifax. Dalam sebulan saja, harga meningkat sekitar 0,3 persen.

Pasar properti mengarah bertentangan dengan penurunan ekonomi secara umum sejak virus Covid-19 melanda, karena penduduk ingin pindah dari pusat kota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti inggris

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top