Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inggris-Uni Eropa Mulai Pembicaraan Soal Industri Jasa Keuangan Pekan Ini

Industri jasa keuangan sebagian besar dikesampingkan dalam kesepakatan perdagangan yang dicapai dengan Uni Eropa oleh Perdana Menteri Boris Johnson tepat sebelum Natal tahun lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  21:12 WIB
Ilustrasi Brexit
Ilustrasi Brexit

Bisnis.com, JAKARTA – Inggris akan memulai pembicaraan dengan Uni Eropa pekan ini mengenai kerja sama industri jasa keuangan setelah transisi Brexit selesai.

Dilansir dari Bloomberg, industri jasa keuangan sebagian besar dikesampingkan dalam kesepakatan perdagangan yang dicapai dengan Uni Eropa oleh Perdana Menteri Boris Johnson tepat sebelum Natal, tetapi kedua pihak setuju untuk menengahi Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang kerjasama regulasi pada Maret 2021.

"Kami ingin menjaga stabilitas keuangan, integritas pasar dan perlindungan investor dan konsumen," kata juru bicara Johnson Jamie Davies kepada wartawan, Selasa (12/1/2021), seperti dikutip Bloomberg.

"Kami memang mendorong kesepakatan yang lebih luas mengenai layanan keuangan sebagai bagian dari negosiasi, dan Departemen Keuangan akan melanjutkan pekerjaan itu dengan komisi Eropa mulai minggu ini," lanjutnya.

Industri ini menyumbang sekitar 7 persen dari output ekonomi Inggris Raya, dan kepergian negara itu pada 31 Desember 2020 setelah pengaturan transisi Brexit mengancam posisi dominan Kota London dalam layanan keuangan.

Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk menetapkan kerangka kerja sama regulasi agar kedua pihak dapat melakukan pertukaran pandangan dan analisis bilateral yang berkaitan dengan inisiatif regulasi dan isu-isu lain yang menarik.

Selain itu, MoU ini akan menetapkan menetapkan proses adopsi, penangguhan, dan penarikan keputusan kesetaraan yang melibatkan kedua pihak yang menerima aturan mereka seketat satu sama lain, memungkinkan bank dan lembaga keuangan lainnya untuk melakukan bisnis lintas batas.

Putusan kesetaraan inilah yang dicari Inggris dari UE, setelah secara sepihak mengeluarkan serangkaian keputusannya sendiri tahun lalu untuk mengizinkan lembaga keuangan UE tetap beroperasi di Inggris.

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak dan Menteri Ekonomi untuk Keuangan John Glen akan terlibat dalam pembicaraan tersebut, menurut Departemen Keuangan. Uni Eropa memberikan dua keputusan kesetaraan besar kepada Inggris pada tahun 2020 - tetapi dengan 28 area yang masih terbuka, tidak jelas berapa banyak bisnis perbankan yang dapat bertahan di Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris Brexit
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top