Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Eropa Berburu Peluang Bisnis di China, Ini Sektor Incarannya

Perjanjian Komprehensif UE-China tentang Investasi (CAI) pasti akan memfasilitasi FDI, termasuk M&A, oleh investor UE ke China. Sektor asuransi, perawatan kesehatan dan mobil jadi incaran.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  14:58 WIB
Kawasan bisnis Beijing - Reuters/Jason Lee
Kawasan bisnis Beijing - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah China dan Uni Eropa menyepakati persetujuan investasi bulan lalu, perusahaan dari Benua Biru diperkirakan akan memburu aset Negeri Panda, terutama di sektor asuransi, perawatan kesehatan dan otomotif.

Perjanjian yang membutuhkan waktu hampir tujuh tahun untuk mencapai kata sepakat itu berkomitmen untuk lebih meliberalisasi pasar China, tetapi kemungkinan akan membutuhkan satu tahun lagi untuk mulai berlaku. Tidak jelas apakah kesepakatan itu memberikan lebih banyak kelonggaran untuk merger dan akuisisi.

Namun, para bankir percaya arus kesepakatan masuk China, yang selama beberapa dekade tetap kecil dibandingkan dengan ukuran ekonomi dan potensi pasarnya karena hambatan masuknya modal asing, akan meningkat seiring waktu.

"Perjanjian Komprehensif UE-China tentang Investasi (CAI) pasti akan memfasilitasi FDI, termasuk M&A, oleh investor UE ke China," kata Cherrie Shi, penasihat senior di firma hukum FenXun Partners, mitra Operasi Bersama Baker McKenzie, dilansir Channel News Asia, Kamis (7/1/2021).

Kesepakatan itu akan memberikan investor UE lebih banyak kepastian dan prediktabilitas untuk investasi. Data dari Refinitiv menunjukkan, total nilai merger dan akuisisi perusahaan UE ke China berjumlah US$ 71 miliar selama tiga dekade terakhir, jauh lebih rendah dari US$ 117 miliar yang tercatat pada periode yang sama dari perusahaan Amerika Serikat.

Kesepakatan yang disetujui pada 30 Desember itu memungkinkan perusahaan Eropa beroperasi di China di bidang-bidang seperti mobil listrik, layanan cloud telekomunikasi, dan aktivitas tertentu yang terkait dengan transportasi udara dan laut.

Mereka juga akan diizinkan untuk memiliki unit sepenuhnya di sektor otomotif, banyak layanan keuangan, rumah sakit swasta, periklanan, real estat, dan layanan lingkungan, seperti pembuangan limbah.

"Ini adalah area pertumbuhan utama dengan jumlah investasi yang sangat besar. Perusahaan UE sangat ingin mengambil bagian dari tindakan tersebut," kata Alan Wang, Mitra di firma hukum Freshfields Bruckhaus Deringer.

Pemulihan ekonomi China, terutama sektor kesehatan dan farmasi, lebih menarik bagi investor UE, kata Wang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa china
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top