Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Pangkas 21 Tahun Pertumbuhan Industri Penerbangan Dunia

Data Cirium menunjukkan maskapai global mengoperasikan 16,8 juta penerbangan dari 1 Januari-20 Desember 2020, atau hanya separuh dari capaian 2019 sebanyak 33,2 juta penerbangan pada 2019.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  14:18 WIB
Bandara Internasional John F Kennedy - wikipedia
Bandara Internasional John F Kennedy - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Cirium, perusahaan analisis data dan perjalanan, menyatakan pandemi Covid-19 telah memangkas jumlah penumpang pesawat ke level terendah pada 1999, dengan penurunan 67 persen dibandingkan 2019.

Bahkan, 40 maskapai penerbangan di dunia dilaporkan berhenti beroperasi atau menangguhkan operasional. Sejumlah pengamat pun menilai jumlah maskapai penerbangan yang gagal akan lebih banyak pada tahun ini.

“Pandemi dan konsekuensinya telah menghapus pertumbuhan jumlah penumpang selama 21 tahun hanya dengan beberapa bulan saja. Memangkas trafik tahun lalu ke level yang terakhir dilihat sejak 1999,” kata Cirium, dikutip dari travelpulse.com, Selasa (5/1/2021).

Berdasarkan data Cirium, hanya 2,9 triliun RPK (revenue passenger kilometers) pada 2020, jauh lebih rendah dibandingkan 8,7 triliun penumpang.

Laporan terpisah dari Transportation Security Administration (TSA) menunjukkan hanya 324 juta penumpang yang menjalani proses di pos pemeriksaan di bandara Amerika Serikat pada 2020. Jumlah itu tercatat turun 61 persen dibandingkan 824 juta penumpang pada 2019.

Biasanya, TSA memproses rata-rata 2,2 juta penumpang pesawat per hari di Amerika Serikat. Pada tahun lalu, jumlah itu anjlok menjadi hanya 888.000 penumpang per hari.

Data Cirium menunjukkan maskapai global mengoperasikan 16,8 juta penerbangan dari 1 Januari-20 Desember 2020, atau hanya separuh dari capaian 2019 sebanyak 33,2 juta penerbangan pada 2019.

Laporan Cirium’s Airline Insights Review 2020 juga menyebutkan Asia Pasifik dan Amerika Utara adalah dua kawasan dengan proses pemulihan yang cepat dari pandemi Covid-19.

Melihat absennya kota-kota tersibuk misalnya New York, Beijing, dan Shanghai dari daftar tersebut, Wakil Presiden Strategi Cirium David White mengemukakan hal itu menunjukkan bandara tersibuk, salah satunya John F. Kennedy di New York terdampak signifikan dari terpangkasnya penerbangan internasional akibat pandemi ini.

“Bandara-bandara seperti Minneapolis, O’Hare [Chicago], [Dallas-Fort Worth], Atlanta, dan Charlotte memiliki trafik lebih tinggi daripada JFK karena tingginya volume penerbangan domestik,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri penerbangan Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top