Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Sebut Negara Utang ke Ibu-Ibu, Kok Bisa?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan jika negara berutang kepada kaum ibu-ibu, ini alasannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  19:34 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat lebih dari separuh investor obligasi negara ritel atau ORI adalah perempuan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan mayoritas pembeli surat utang negara merupakan kalangan perempuan. Dia pun mengatakan jika negara berutang kepada kaum ibu-ibu.

“Perempuan adalah investor terbesar dalam surat utang negara. Negara utangnya ke ibu-ibu,” ujar Sri Mulyani seperti dilansir Tempo.co, Senin (4/1/2021).

Menurut data yang dia paparkan, perempuan menduduki 55,87 persen demografi investor untuk jumlah pembeli ORI017. Nilai obligasi yang dibeli oleh investor perempuan mencapai Rp9,12 triliun.

Sementara itu, untuk ORI018, jumlah investor perempuan mencapai 57,82 persen. Adapun jumlah laki-laki lebih rendah, yaitu 42,18 persen.

Dominasi perempuan juga terlihat dari jumlah nominal surat utang yang dibeli. Perempuan, ujar Sri Mulyani, menempati posisi 51,89 persen dari kategori jumlah nominal atau lebih besar dari laki-laki yang hanya 48,11 persen.

“Dari Rp12,97 triliun ORI018 yang terjual Rp6,73 di antaranya dibeli oleh investor perempuan,” tuturnya.

Sri Mulyani berpandangan kondisi ini menunjukkan bahwa perempuan mampu mengalokasikan uangnya dengan tepat. Dia berharap perempuan mampu berperan dalam kebangkitan dan pemulihan ekonomi nasional.

“Banyak survei internasional menyatakan, suatu negara bisa membuat gender equality lebih baik, dampaknya enggak hanya bagus untuk negara, tapi juga perekonomian,” ucapnya.

Meski demikian, dia menyebut demografi perempuan di bursa masih cenderung rendah. Mengutip data Kementerian Keuangan, total investor perempuan di Indonesia sebesar 38,89 persen dengan nilai investasi Rp 104,77 triliun. Sementara itu, investor laki-laki di bursa mencapai 61,11 persen dengan nilai Rp 390,48 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu obligasi negara surat utang negara sri mulyani perempuan

Sumber : Tempo.co

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top