Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sah! Trump Teken RUU Bantuan Covid dan Paket Stimulus

Seandainya, Trump tidak menandatangani RUU itu menjadi undang-undang pada tengah malam pada hari Senin (28/12/2020), penutupan sebagian pemerintah akan dimulai kecuali jika legislator meloloskan RUU sementara.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  09:02 WIB
Presiden Donald Trump saat hendak terbang bersama Air Force One meninggalkan Florida untuk berkampanye di North Carolina, Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin, di Bandara Internasional Miami International, Florida, AS, 2 November 2020. - Antara/Reuters\r\n
Presiden Donald Trump saat hendak terbang bersama Air Force One meninggalkan Florida untuk berkampanye di North Carolina, Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin, di Bandara Internasional Miami International, Florida, AS, 2 November 2020. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump telah menandatangani undang-undang bantuan virus Corona dan paket belanja untuk mencegah government shutdown atau penutupan pemerintahan.

Trump awalnya menolak untuk menandatangani RUU tersebut, dengan mengatakan dia ingin memberi orang pembayaran satu kali dengan jumlah yang lebih besar.

Penundaan itu berarti jutaan orang Amerika kehilangan tunjangan pengangguran untuk sementara.

Paket bantuan senilai US$900 miliar (£665 miliar) telah disetujui oleh Kongres setelah negosiasi berbulan-bulan. Ini adalah bagian dari paket pengeluaran US$2,3 triliun yang mencakup US$1,4 triliun untuk pengeluaran normal pemerintah federal.

Seandainya, Trump tidak menandatangani RUU itu menjadi undang-undang pada tengah malam pada hari Senin (28/12/2020), penutupan sebagian pemerintah akan dimulai kecuali jika legislator meloloskan RUU sementara.

Sekitar 14 juta orang Amerika akan terpengaruh oleh jeda pembayaran tunjangan pengangguran dan pemeriksaan stimulus baru.

Trump telah mendapat tekanan dari kedua sisi Kongres untuk menandatangani paket itu menjadi undang-undang.

Senator Republik Pat Toomey mengatakan presiden berisiko dikenang karena kekacauan, kesengsaraan, dan perilaku tidak menentu.

Presiden terpilih AS Joe Biden juga memperingatkan konsekuensi yang menghancurkan jika Trump terus menunda penandatanganan.

Dalam pernyataan tegas yang dipublikasikan di situs transisi pada hari Sabtu (26/12/2020), Biden menggambarkan penolakan Trump untuk menandatangani RUU tersebut sebagai bentuk pelepasan tanggung jawab.

"Ini adalah hari setelah Natal, dan jutaan keluarga tidak tahu apakah mereka akan dapat memenuhi kebutuhannya karena penolakan Presiden Donald Trump untuk menandatangani RUU bantuan ekonomi yang disetujui oleh Kongres dengan suara mayoritas yang luar biasa dan bipartisan," ujar Biden, dikutip dari BBC.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stimulus Donald Trump Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top