Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Partai Republik AS Siap Tolak Proposal Kenaikan Pembayaran Stimulus Nancy Pelosi

Pelosi sebelumnya berupaya meloloskan RUU yang meningkatkan pembayaran stimulus untuk individu menjadi US$ 2.000.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  13:03 WIB
Nancy Pelosi. -  Reuters
Nancy Pelosi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin Minoritas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Kevin McCarthy mengatakan kepada sesama Partai Republik pada Rabu (23/12/2020) bahwa proposal Ketua DPR Nancy Pelosi akan gagal.

Pelosi sebelumnya berupaya meloloskan RUU yang meningkatkan pembayaran stimulus untuk individu menjadi US$ 2.000.

Silansir dari Bloomberg, Pelosi dengan cepat menerima permintaan Presiden Donald Trump untuk meningkatkan pembayaran per individu dalam paket stimulus virus corona yang disahkan Kongres pada Senin malam.

Rencana Pelosi untuk mendapatkan persetujuan dengan suara bulat untuk meningkatkan pembayaran langsung menjadi US$2.000 dari US$600 dalam tagihan hari Senin dapat diblokir oleh satu anggota parlemen. Partai Republik berencana menghentikan usahanya tersebut.

Jika upaya tersebut gagal pada hari Kamis (24/12/2020), Ketua Ways and Means Richard Neal akan memperkenalkan RUU baru yang disebut Undang-Undang Kas pada hari Senin pekan depan.

Pelosi mengatakan kepada partai Demokrat bahwa RUU tersebut akan menyusun pembayaran stimulus yang lebih besar.

McCarthy menulis kepada rekan-rekan partai pada Rabu malam bahwa Partai Republik akan mencari tindakan yang berbeda atas proposal tersebut. "Terserah kepada Pelosi untuk memutuskan apakah dia ingin bertindak atas nama rakyat Amerika," kata McCarthy.

Permintaan Trump atas pembayaran yang lebih besar datang bersamaan dengan keluhannya mengenai RUU pengeluaran senilai US$2,3 triliun yang disahkan dengan dukungan bipartisan besar pada hari Senin.

Undang-undang tersebut termasuk stimulus Covid-19 senilai US$900 miliar dan pendanaan pemerintah senilai US$1,4 triliun.

Permintaan mengejutkan Trump tersebut menimbulkan keraguan apakah dia akan menandatangani RUU tersebut. Masih belum jelas apakah anggota Kongres dari Partai Republik akan memilih untuk menggantikan presiden jika dia menolak undang-undang tersebut.

Pelosi mengatakan Rabu pagi dalam sebuah surat kepada Demokrat DPR, "Jika presiden benar-benar ingin bergabung dengan kami dalam pembayaran individu senilai US$2.000, dia harus meminta Pemimpin McCarthy untuk menyetujui permintaan dengan suara bulat kami."

Anggota parlemen dari partai Republik telah menolak jumlah stimulus yang lebih besar agar total biaya stimulus pandemi tetap di bawah US$1 triliun, dengan alasan kekhawatiran tentang defisit fiskal yang lebih lebar.

 “Seluruh negara tahu bahwa sangat mendesak bagi presiden untuk menandatangani RUU ini, baik untuk memberikan bantuan virus corona maupun untuk menjaga pemerintah tetap terbuka,” kata Pelosi dalam suratnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as stimulus ekonomi Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top